Sofyan Djalil: Mafia Tanah Pakai Buzzer untuk Lawan Pemerintah

Menurutnya mafia melawan balik pemerintah
Mochammad Rizki - Nasional,Rabu, 11-11-2020 23:45 WIB
Sofyan Djalil: Mafia Tanah Pakai Buzzer untuk Lawan Pemerintah
Sofyan Djalil. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Negara (ATR/ BPN) mencatat, sengketa konflik serta perkara pengadilan terkait pertanahan sebanyak 9.000 kasus, per Oktober 2020.

Angka ini tersebar di seluruh daerah di Tanah Air.

Baca juga: Menpan RB Akan Tindak Tegas Birokrat yang Jadi Mafia Tanah 

Menurut Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A Djalil, salah satu penyebab maraknya sengketa pertanahan akibat adanya mafia tanah.

"Kami keras sekali dengan mafia tanah. Tapi untuk diketahui, mafia itu juga fight back (melawan balik)," ujar Sofyan dalam konferensi pers daring, Selasa (11/11/2020).

Bahkan, mafia tanah menggunakan jasa buzzer di media sosial untuk melawan pemerintah.

Sofyan menuturkan, mafia tanah juga tak jarang memakai skenario seolah-olah mereka merupakan korban.

Tapi, kata dia pihaknya terus melawan mafia tanah dengan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum seperti Polri, dan Kejaksaan Agung (Kejagung).

Sofyan pun mengisahkan, ia terpaksa menghukum sembilan pejabat BPN di Jakarta Timur dengan melakukan pemecatan atau pencopotan jabatan, serta diasingkan.

Sebab, mereka melakukan pelanggaran yang membuat mafia tanah bergerak bebas.

Hingga kini, Kementerian ATR/BPN telah menangkap banyak mafia tanah di Medan, Sumatera Utara. Lokasi tersebut merupakan wilayah paling banyak mafia tanah.

Sofyan mengungkapkan, memerangi mafia tanah bukan pekerjaan mudah.

"Oleh sebab itu, kasus sengketa oleh mafia tanah akan berkurang ke depan. Karena, mafia tanah akan berpikir dua hingga tiga kali sebelum melakukan kerja mafianya ini," tandasnya.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0