Sidang PKPU Lanjutan, Proposal Baru Ditawarkan Indosurya

Sidang PKPU Indosurya beragenda membahas proposal perdamaian
Mochammad Rizki - Nasional,Rabu, 08-07-2020 13:22 WIB
Sidang PKPU Lanjutan, Proposal Baru Ditawarkan Indosurya
Nasabah pendukung perdamaian dengan Indosurya.

Jakarta, Nusantaratv.com - Sidang perkara penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) Koperasi Simpan-Pinjam (KSP) Indosurya Cipta kembali digelar di Pengadilan Niaga, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2020). 

Sidang beragenda pembahasan rencana perdamaian. Sedianya keterangan ahli didengarkan dalam kesempatan itu. Namun keputusan tersebut dibatalkan oleh hakim pengawas PKPU, lantaran dinilai tak diperlukan. 

Baca juga: Pendukung Perdamaian dengan Indosurya Penuhi Sidang PKPU 

"Hal itu (mendengarkan ahli) tidak bersifat mutlak atau wajib didengarkan keterangannya," ujar hakim pengawas PKPU, Makmur. 

Karena itu, agenda sidang berlanjut ke pembahasan proposal. Sebelum sidang dimulai, pihak pengurus PKPU membagikan proposal hasil revisi bertanggal Rabu, 8 Juli 2020.  

Sejumlah perubahan terdapat proposal, seperti adanya penjamin dan perubahan pada skema pelunasan utang. 

Beragam reaksi baik nasabah, maupun kuasa hukumnya menyikapi proposal dengan jumlah halaman yang lebih banyak itu. 

Dalam sidang sendiri, pihak nasabah terbagi dua kelompok, yaitu penolak perdamaian dan pendukung perdamaian atau setuju dengan restrukturisasi utang. 

"Damai! Damai! Damai!" seru nasabah pendukung perdamaian. 

"Bayar utang! Bayar uang kami!" teriak kreditur penolak perdamaian. 

Selain itu, ada nasabah yang setuju dengan perdamaian, asal dibayarkannya uang muka kepada kreditur terlebih dahulu. 

"No DP, no damai!" seloroh kreditur. 

Kedua pihak nasabah sempat terlibat cekcok mulut. Teriakan dan hujatan bolak-balik terdengar. Berulang kali pula kuasa hukum, pengurus hingga hakim pengawas berusaha menenangkan. 

Adapun turut hadir dalam sidang pendiri sekaligus mantan pengurus KSP Indosurya Cipta, Henry Surya. Seperti tawaran proposal, kehadiran Henry pun menuai pro dan kontra.

Di momen tersebut, Henry sempat menyatakan kesedihannya atas kondisi yang dialami Indosurya dan nasabah. 

Ia pun menegaskan perusahaan property arm miliknya, PT Sun International Capital siap menjadi penjamin atau standby guarantor dalam pelunasan utang. 

"Sekali lagi saya mohon kepada bapak, ibu sekalian memberikan kesempatan kepada kami untuk merealisasikan skema perdamaian yang kami tawarkan, dan kami berharap dukungan dan doa dari bapak, ibu sekalian supaya persoalan ini bisa segera selesai," kata Henry 

Setelah memberikan sesi tanggapan dari pihak nasabah dan Koperasi, hakim pengawas akhirnya menutup sidang. Sidang rencananya dilanjutkan esok, dengan agenda pemungutan suara nasabah dalam menyikapi tawaran perdamaian Indosurya.

"Kita lanjutkan besok untuk voting," tandas Makmur. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
1
sad
0
wow
0