PWI: Perbuatan Oknum Polisi Ancam Kebebasan Pers!

Tindakan oknum polisi yang merusak dan merampas alat kerja wartawan termasuk penganiayaan dan intimidasi
Raymond - Nasional,Sabtu, 10-10-2020 00:50 WIB
PWI: Perbuatan Oknum Polisi Ancam Kebebasan Pers!
ilustrasi

Nusantaratv.com - Tindakan kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap jurnalis yang melakukan peliputan aksi tolak UU Cipta Kerja berujung panjang. Persatuan Wartawan Pusat (PWI) menegaskan, bahwa pihak kepolisian harus menghargai UU Pers.

"Pers bekerja berpedoman pada kode etik jurnalistik, baik kode etik jurnalistik masing-masing organisasi maupun kode etik jurnalistik yang ditetapkan Dewan Pers. Di mana, pers bekerja menurut peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh Dewan Pers," tegas Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari, kemarin di Jakarta.

Menurutnya, pihak mana pun yang menghambat dan menghalang-halangi fungsi dan kerja pers dianggap sebagai perbuatan kriminal dan diancam hukuman pidana dua tahun penjara.

"Dalam Peraturan Dewan Pers diatur terhadap wartawan yang sedang melaksanakan tugasnya, alat-alat kerja tidak boleh dirusak, dirampas, dan kepada wartawan yang bersangkutan tidak boleh dianiaya dan apalagi sampai dibunuh," tegasnya lagi.

Ia menjelaskan, bahwa jika wartawan yang meliput aksi protes UU Cipta Kerja sudah menunjukkan identitas dirinya dan melakukan tugas sesuai kode etik jurnalistik maka seharusnya mereka dijamin dan dilindungi secara hukum. 

Dengan demikian jelas Atal, tindakan oknum polisi yang merusak dan merampas alat kerja wartawan termasuk penganiayaan dan intimidasi ketika meliput demonstrasi anti UU Cipta Kerja merupakan suatu pelanggaran berat terhadap kemerdekaan pers. 

"Perbuatan para oknum polisi itu bukan saja mengancam kelangsungan kemerdekaan pers tapi juga merupakan tindakan yang merusak sendi-sendi demokrasi. Tegasnya, ini merupakan pelanggaran sangat serius," pungkasnya.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0