Pria yang Ancam Bunuh Mahfud MD Ngaku Cuma Ikut-ikutan

Polisi menangkap pria yang ancam bunuh Mahfud di Pamekasan
Mochammad Rizki - Nasional,Sabtu, 05-12-2020 00:00 WIB
Pria yang Ancam Bunuh Mahfud MD Ngaku Cuma Ikut-ikutan
Polda Jatim saat konferensi pers pengungkapan kasus. (Liputan6.com)

Surabaya, Nusantaratv.com - Polisi menangkap pria asal Pamekasan, Madura, Jawa Timur (Jatim), yang mengancam membunuh Menko Polhukam Mahfud MD. 

Ancaman tersebut, dilontarkan pelaku yang bernama Aji Dores, kala menggeruduk kediaman ibu Mahfud di Pamekasan, Selasa (1/12/2020) lalu. 

Baca juga: Seharusnya Orang Madura Bangga Sama Mahfud MD 

"Dari alat bukti yang kami sita, dari bukti rekaman jelas tersangka AD ini yang mengucapkan. Sehingga dari Pasal 160 KUHP ini kami telah mendalami dan yang bersangkutan sudah kami periksa dan mengakui perbuatannya," ujar Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, di Mapolda Jatim, Sabtu (5/12/2020).

Awalnya, Aji merasa tak terima saat pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dipanggil polisi. Bahkan, Aji mengancam bakal membunuh serta membakar kediaman ibu Mahfud, apabila polisi menjadikan Rizieq sebagai tersangka.

Hal ini terkuak dari bukti rekaman video ketika peristiwa berlangsung, yang berdurasi 6 menit 37 detik dan 6 menit.

"Mahfud Keluar!! Kalau Habib Rizieq dijadikan tersangka dan ditahan, bakar rumah Mahfud!! Dan Bunuh Mahfud!!," teriak Aji saat menggeruduk rumah ibu Mahfud. 

Polres Pamekasan dibantu Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur pun lalu memburu pelaku. 

"Pada tanggal 1 Desember kita ketahui bersama bahwa ada kejadian sejumlah massa selesai unjuk rasa membubarkan diri, kemudian melewati rumah dimana di rumah itu tinggal ibunda Bapak Menko Polhukam berusia 90 tahun. Kemudian kita tahu bersama ada ucapan berisi ancaman terhadap diri pribadi," tutur Nico.

Menurut Nico, ada beberapa kalimat tak pantas yang dilontarkan massa di lokasi. Tapi, hanya Aji yang menyampaikan kalimat ancaman pembunuhan. Pelaku mengaku hanya ikut-ikutan saja.

"Sehingga muncul rasa takut dan ini dilakukan beberapa orang namun ada satu orang yang mengucap bunuh-bunuh. Hari ini kami berhasil menangkap AD. Dari keterangan tersangka, yang bersangkutan hanya ikut-ikutan saja dan merasa hal itu terjadi karena merasa dorongan terhadap kelompok yang dia ikuti," jelas Nico.

Selain pelaku, polisi turut mengamankan rekaman berisi kalimat ancaman pembunuhan, serta pakaian yang digunakan Aji, sebagai barang bukti. Polisi menjerat pelaku Pasal 160 KUHP, Pasal 335 KUHP dan/atau Pasal 93 juncto Pasal 9 dengan ancaman penjara enam tahun.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0