Polri 'Pede' dengan Alat Bukti Penahanan Aktivis KAMI

Kalau penyidik sudah menahan seseorang, menersangkakan seseorang, itu sudah tidak ada keragu-raguan lagi
Raymond - Nasional,Jumat, 16-10-2020 19:45 WIB
Polri 'Pede' dengan Alat Bukti Penahanan Aktivis KAMI

Nusantaratv.com - Karo Penmas Polri Brigjen Awi Setiyono meyakini pihaknya bisa membuktikan adanya keterloibatan 9 aktivis KAMI yang ditangkap, baik di Medan maupun Jakarta. Tentunya hal ini masih terkait dengan penolakan terhadap UU Cipta Kerja.

“Kalau penyidik sudah menahan seseorang, menersangkakan seseorang, itu sudah tidak ada keragu-raguan lagi,” tegasnya hari ini di Mabes Polri.

Ia menambahkan, bahwa penyidik menetapkan status tersangka apabila telah ditemukan dua alat bukti yang cukup sehingga polisi berani melakukan penahanan. Adapun bebrapa diantaranya ditemukan adanya unsur hasutan gara-gara hoax di media sosial.

Sebelumnya diberitakan, ada 9 tersangka yang dibekuk Mabes Polri. 5 di Jakarta dan 4 orang di Medan. Yang di Medan misalnya Khairi Amri yang menulis dalam WA Grup internal mereka di mana ia memposting foto kantor DPR dan ia menulis :“Dijamin komplit kantor sarang maling dan setan”. Ia juga menulis, “Kalian Jangan Takut dan Jangan Mundur.”

Selain itu, Polisi juga menangkap 5 tersangka, salah satunya adalah Jumhur Hidayat yang  disalahkan polisi karena memosting “UU ini memang untuk primitive investor dari RRC dan Pengusaha Rakus.”.

Adapula Anton Permana diciduk polisi karena memosting di Facebook dan Youtubenya, “mulitifungsi Polri melebihi dwi fungsi ABRI yang dulu kita caci maki” dan menulis “NKRI jadi negara kepolisian republik Indonesia.” Ia juga menulis UU Cipta Kerja bukti negara ini telah dijajah. Negara sudah dikuasai cukong.

Sementara itu, Syaganda Nainggolan disalahkan karena berusaha membuat pola hasutan dan hoax, dengan mengatakan menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja an mendukung buruh.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0