Polisi Kembalikan Proses Hukum Djoko Tjandra ke Kejaksaan

Kasus hukum lainnya yang melibatkan internal Polri, juga akan tetap lanjut
Mochammad Rizki - Nasional,Jumat, 31-07-2020 12:22 WIB
Polisi Kembalikan Proses Hukum Djoko Tjandra ke Kejaksaan
Djoko Tjandra saat (kiri) saat digelandang petugas.

Jakarta, Nusantaratv.com - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap buronan Djoko Tjandra di Malaysia, Kamis (30/7/2020). Djoko diketahui buron selama 11 tahun, dalam kasus hak tagih (cessie) Bank Bali senilai Rp 904 miliar. 

Menurut Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo, proses hukum Djoko selanjutnya akan diserahkan kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. 

Baca juga: Ini Kronologi Penangkapan Djoko Tjandra 

"Proses untuk saudara Djoko di Kejaksaan yang tentunya akan menindaklanjuti," ujar Listyo, Kamis malam. 

Terkait kasus hukum Djoko yang melibatkan internal Kepolisian, Listyo memastikan akan terus berproses. 

Kasus ini yaitu terbitnya surat jalan Djoko Tjandra yang melibatkan jajaran Bareskrim, Brigjen Prasetijo Utomo.

Diketahui, Kejaksaan pernah menahan Djoko
pada 29 September 1999 hingga Agustus 2000 akibat kasus cessie Bank Bali. Tapi, hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan memutus bebas Djoko dari tuntutan, lantaran tindakan tersebut dinilai bukan perbuatan pidana, tapi perdata.

Kejagung lalu mengajukan peninjauan kembali (PK) terhadap kasus Djoko ke Mahkamah Agung (MA), pada Oktober 2008. 

Lalu pada 11 Juni 2009, Majelis Peninjauan Kembali MA menerima PK yang diajukan jaksa. Majelis hakim pun memvonis Djoko dua tahun penjara dan harus membayar Rp 15 juta. Uang milik Djoko di Bank Bali sebesar Rp 546,166 miliar dirampas untuk negara. Imigrasi juga mencekalnya. 

Djoko belakangan kabur dari Indonesia ke Port Moresby, Papua Nugini pada 10 Juni 2009, atau sehari sebelum MA mengeluarkan putusan perkaranya. 

Kejaksaan lalu menetapkan Djoko sebagai buronan. Djoko diketahui kembali masuk ke Indonesia guna mendaftarkan PK ke PN Jakarta Selatan.

PN Jakarta Selatan tak menerima pendaftaran PK tersebut, karena tak memenuhi kelengkapan syarat administrasi. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0