Pagi Ini Eks Danjen Kopassus Soenarko Bakal Diperiksa Polisi

Soenarko diperiksa terkait kepemilikan senjata api ilegal
Mochammad Rizki - Nasional,Jumat, 16-10-2020 05:45 WIB
Pagi Ini Eks Danjen Kopassus Soenarko Bakal Diperiksa Polisi
Soenarko, semasa menjabat Danjen Kopassus. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pagi ini, pukul 10.00 WIB, Bareskrim Polri memanggil mantan Danjen Kopassus, Mayjen (Purn) Soenarko.

Soenarko dipanggil guna diperiksa dalam kasus kepemilikan senjata api ilegal, yang dituduhkan kepadanya Mei 2019 lalu.

Baca juga: Pakai Baju Tahanan dan Diborgol, Jumhur Hidayat Cs 'Dipamerkan' Polisi ke Publik 

Panggilan penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) terhadap Soenarko, tertuang dalam surat panggilan nomor S.Pgl/2259-Subdit1/X/2020/Dit Tipidum. 

Menurut Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim, Brigjen Ferdy Sambo, pemeriksaan dilakukan guna memberi kepastian hukum terhadap Soenarko yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka.

"Guna memberikan kepastian hukum terhadap pihak yang sudah menjadi tersangka. Jika sudah lengkap dan terpenuhi unsur pasal segera dikirim ke jaksa untuk disidangkan," ujar Sambo, Kamis (15/10/2020).

Adapun pada surat panggilan, dinyatakan pemeriksaan dilakukan untuk meminta keterangan tambahan dari Soenarko, selaku tersangka dalam kasus kepemilikan senjata api ilegal.

Polisi membenarkan jika pemanggilan itu terkait kasus yang menjerat Soenarko pada 2019 lalu. 

Penyidikan tersebut, mengacu pada Laporan Polisi nomor LP/A/0486/V/2019/Bareskrim tanggal 18 Mei 2019.

Senjata itu, diduga untuk dipakai pada kerusuhan 22 Mei 2019 lalu. Aktivitas Soenarko dianggap berpotensi mengancam keamanan nasional.

Karenanya ia sempat mendekam di rumah tahanan (Rutan) POM Guntur, Jakarta Selatan. Tapi, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto serta Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, mengajukan penangguhan penahanan terhadap Soenarko dan dikabulkan oleh Polri.

Meski begitu, beberapa saat kemudian, Soenarko kembali dijadikan tersangka polisi, dalam kasus rencana peledakan bom molotov pada demo 24 September oleh dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith (AB).

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
1
sad
0
wow
0