Modus Pandemi: Narkoba Dikamuflase Seolah-olah Bantuan untuk Masyarakat

Transaksi narkoba secara online juga marak
Mochammad Rizki - Nasional,Jumat, 23-10-2020 05:47 WIB
Modus Pandemi: Narkoba Dikamuflase Seolah-olah Bantuan untuk Masyarakat
Irjen (Purn) Arman Depari.

Jakarta, Nusantaratv.com - Deputi Pemberantasan Badan Nasional Narkotika (BNN) Arman Depari mengungkapkan adanya sejumlah modus baru dalam peredaran narkoba. 

Salah satunya berupa pengirman-pengiriman narkotika dengan jumlah kecil, yang didistribusikan melalui jasa pos dan ekspedisi.

Baca juga: ​​​​​​Gagal Ditangkap, Besok Ahmad Yani KAMI Dipanggil Bareskrim 

Modus ini, kata Arman tengah marak. 

"Ini menjadi tren bahwa peredaran dan transaksi narkoba dilakkan secara daring dan juga ditemukan di dark web oleh karena itu BNN tetap mengantisipasi," ujar Arman saat pemusnahan barang bukti narkoba, di kantornya, Jakarta, Kamis (22/10/2020). 

Masa pandemi Covid-19, kata dia, juga dimanfaatkan sindikat peredaran narkoba lokaluntuk bertransaksi narkoba. 

Mereka menggunakan transportasi logistik pertanian, seperti jagung, kelapa, pisang, atau beras. 

Tujuannya untuk kamuflase atau menyamarkan barang haram. 

"Seolah-olah untuk membantu kebutuhan masyarakat," jelasnya.

Masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi, kata dia juga berpotensi dimanfaatkan pihak-pihak tertentu di tempat hiburan malam, untuk bertransaksi narkoba. 

Atas itu, BNN terus berupaya mengantisipasi dan mengungkap berbagai modus ini, dengan berbagai metode yang terus dikembangkan. 

"Kami akan kembali melakukan pengawasan terhadap restoran, bar, dan hotel untuk tidak mentoleransi penyalahgunaan narkoba di tempat hiburan malam. Jika terjadi kami akan melakukan tindakan yang keras, apalagi jika ada keterlibatan pihak manajemen atau pemilik, kami akan menggunakan UU Narkotika dan bila diperlukan UU Tindak Pidana Pencucian Uang," tandas Arman.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0