Kuasa Hukum: Keterangan Ahli, John Kei Tak Berbuat Pidana

Saksi ahli pidana dan saksi ahli bahasa dihadirkan dalam persidangan
Mochammad Rizki - Nasional,Kamis, 19-11-2020 12:21 WIB
Kuasa Hukum: Keterangan Ahli, John Kei Tak Berbuat Pidana
Tim kuasa hukum John Kei.

Tangerang, Nusantaratv.com - John Refra alias John Kei disebut tak berbuat pidana. Hal ini berdasarkan keterangan saksi ahli, yang dihadirkan dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Kamis (19/11/2020). 

"Saksi ahli bahasa Prof Wahyu, mengatakan bahwa masalah pernyataan yang dilontarkan John Kei, 'Pengkhianat harus mati', karena karakternya tidak bagus itu, bahwa ahli berpendapat yang mati bukan orangnya. Tapi bisa saja karakternya yang dimatikan, karena sifatnya kurang bagus," ujar tim kuasa hukum John Kei, Isti Novianti usai sidang. 

Baca juga: Sosok Anton Sudanto: Si 'Monster' Pembela John Kei  

Tidak adanya tindak pidana dari apa yang disampaikan John Kei, kata Isti, juga disampaikan saksi ahli pidana yaitu DR. Efendi Saragih, SH.MH.

"Beliau berpendapat jika suatu perintah dari klien untuk menagih utang, sesuai surat kuasa, itu adalah ranah perdata," kata dia. 

"Jadi kuasa hukum tidak bisa diminta pertanggungjawaban pidana. Tapi yang dipidana orang yang berbuat, atau pelaku," imbuh Isti. 

Atas itu, tim kuasa hukum menyimpulkan, bahwa berdasarkan keterangan kedua saksi ahli tak ada tindak pidana yang dilakukan John Kei.

"Jadi tudingan John Kei berbuat pidana itu terbantahkan. Ini fakta persidangan, sesuai keterangan saksi ahli," kata tim kuasa hukum John Kei lainnya, Idawati Pasaribu.

Lebih lanjut, dalam kesempatan itu pihak kuasa hukum John Kei sempat meminta kepada majelis hakim agar saksi dihadirkan secara langsung di persidangan, bukan secara virtual. 

Tujuannya untuk mengetahui gerak-gerik saksi, sehingga bisa memastikan ucapannya benar atau tidak. Namun majelis hakim menolak. 

"Tapi ketua majelis hakim sidang terdahulu langsung membacakan dasar persidangan, sesuai SEMA Nomor 1 Tahun 2020, yang menyebutkan persidangan perkara pidana dilaksanakan secara online (virtual)," tandas Idawati. 

Sidang pun akhirnya ditunda. Adapun pada sidang selanjutnya, diagendakan pemeriksaan para terdakwa. 

Diketahui, John Kei ditangkap dan disebut polisi memerintahkan penyerangan yang mengakibatkan kematian pihak Agrapinus Rumatora alias Nus Kei. Penyerangan dilakukan di dua lokasi yakni, di Duri Kosambi dan Perumahan Green Lake City. 

Pengacara John Kei pun membantah, dengan mengatakan kliennya hanya ingin menagih utang kepada Nus Kei. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0