Korban Dugaan Investasi Bodong, Gadis Muda Rugi Rp 1,5 M

Ratusan orang jadi korban dalam kasus ini
Mochammad Rizki - Nasional,Senin, 23-11-2020 00:01 WIB
Korban Dugaan Investasi Bodong, Gadis Muda Rugi Rp 1,5 M
Korban saat membuat laporan ke polisi.

Jakarta, Nusantaratv.com - Kasus dugaan investasi bodong kembali terjadi. Kali ini menimpa sekitar 300 orang dengan kerugian miliaran rupiah atau lebih. 

Salah satu korbannya gadis muda 21 tahun, Agitawati Sastramal Putri atau Gita, yang mengaku telah merugi total Rp 1,5 miliar. 

Baca juga: ​​​​​​Otto Hasibuan: Sosok Pengacara yang 'Berani Berbeda' 

"Karena ratusan orang yang kena, dan kerugian oleh klien saya materiil Rp 1,5 miliar dan belum nama baik klien kami itu yang sangat terganggu dan klien kami nama baik sangat tercemar, di mata publik dan di mata teman-temannya," ujar pengacara Gita, Anton Sudanto, Senin (23/11/2020). 

Menurut Anton, persoalan ini bermula saat korban masuk sebuah grup arisan yang awalnya diketahui melalui Instagram. Gita lalu diiming-imingi pelaku untuk berinvestasi. 

Korban dijanjikan seseorang bernama Puji Salsabila atau Sasa, akan mendapatkan keuntungan 30 sampai 40 persen dari setiap uang yang diinvestasikan, dan dijanjikan cair setidaknya setiap 14 hari.  

"Dimana, jika kita memberikan uang kepada dalam dua minggu atau tiga minggu mendapatkan Rp 10 juta," kata Anton. 

Awalnya, Gita ragu. Namun lantaran tawaran disampaikan Sasa kepada korban hampir setiap hari, Gita akhirnya menginvestasikan uangnya. 

"Pada akhirnya, klien saya yang bernama Gita mengorbankan uang pribadinya dan keluarganya," kata Anton.

Pencairan keuntungan pertama berjalan lancar. Namun, Sasa kembali merayu Gita agar tak menarik uang yang telah ditanamkan, guna meraih keuntungan kembali. 

"Bahkan membujuk Gita untuk menyetorkan lagi sejumlah uang yang lebih banyak, bahkan diimingi dengan keuntungan yang lebih besar," jelasnya. 

Tawaran Sasa tak langsung diiyakan Gita. Seperti biasa, Sasa kemudian terus menghubungi korban. Bahkan, Gita diminta mengajak rekan-rekannya untuk berinvestasi, dengan sejumlah keuntungan yang dijanjikan Sasa kepada korban. 

"Dan Gita menuruti Puji Salsabila untuk menghubungi teman-temannya agar ikut dalam investasi yang ditawarkan oleh Puji Salsabila," tutur Anton. 

Seiring berjalannya waktu, banyak rekan Gita yang turut menginvestasikan uangnya. Nilainya uang yang ditanamkan kepada Sasa pun kian banyak. Dari situ persoalan mulai terjadi. 

"Tiba-tiba Puji Salsabila tidak memberikan keuntungan bahkan tidak dapat dihubungi sampai sekarang," kata Anton. 

Selain mengkontak, korban telah berusaha mendatangi rumah Sasa. Namun hasilnya nihil. 

Karena rekannya terus menanyakan perihal keuntungan investasi tersebut beserta modalnya, Gita akhirnya memilih menalangi uang rekan-rekannya tersebut. 

Seiring dengan itu, ia melaporkan Sasa ke Polres Metro Jakarta Utara, dengan laporan polisi Nomor: STPP/483/IX/2020/Resju.

"Korban sudah merugi Rp 1,5 miliar dan investasi dana tersebut baru berjalan dua bulan. Dan ditambah lagi dari teman-temannya korban, salah satunya dari Sumatera Utara (Sumut) juga sudah melaporkan ke Polda Sumut dan belum yang lain. Sekitar 300 nasabah dan ratusan orang yang sudah menjadi korban investasi," papar Anton. 

Anton berharap kepolisian bisa segera menangkap Sasa. Sehingga keadilan bisa didapat kliennya, serta segala kerugian Gita bisa terbayar. Sebab selain kerugian secara materiil, korban pun mengaku nama baiknya rusak di mata rekan dan masyarakat lainnya. 

"Kami terus mengawal perkara ini, dan meminta keadilan biar terbuka terang-terangnya. Bagaimana klien kami adalah korban kedzoliman, dari kejahatan yang diduga dilakukan oleh Sasa. Kami meminta Polres Jakarta Utara untuk mengungkap kasus ini," tandas advokat yang dijuluki 'monster persidangan' ini. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0