Kapolri Minta Tak Ada Kerumunan Massa Saat Pandemi!

Polri mendapat laporan masyarakat yang resah akan kerumunan massa
Mochammad Rizki - Nasional,Sabtu, 14-11-2020 19:54 WIB
Kapolri Minta Tak Ada Kerumunan Massa Saat Pandemi!
Kapolri Jenderal Idham Azis. (Antara)

Jakarta, Nusantaratv.com - Kapolri Jenderal Idham Azis meminta masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Hal ini disampaikan lantaran masih adanya kerumunan massa, yang dilaporkan masyarakat kepada institusinya.

Masyarakat disebutnya resah akan kondisi tersebut.

Baca juga: Anies Dinilai Pilih Peran Budak Politik Ketimbang Gubernur 

"Terjadinya beberapa kerumunan massa tanpa protokol kesehatan menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat seperti yang disampaikan oleh warga, maupun beberapa organisasi masyarakat melalui berbagai media," ujar Idham di rumah dinasnya, Jakarta, Sabtu (14/11/2020).

Menurut Idham, penting bagi masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, di tengah masih tingginya kasus Covid-19 di Tanah Air.

Upaya ini, demi kepentingan bersama.

"Harus kita lakukan bersama-sama demi keselamatan kita bersama. Untuk menyelamatkan semua orang yang ada di Indonesia ini," tutur Idham.

Berikut pernyataan lengkap Kapolri:

Rekan-rekan media yang saya hormati, saya izin menyampaikan beberapa poin yang sifatnya imbauan di tengah pandemi corona ini. Pertama, saya berpakaian seperti ini bersama Kadiv Humas karena memang hari ini hari ultah Brimob Polri yang ke-75 sehingga saya baru kembali dari Mako Kelapa Dua untuk melaksanakan upacara dan syukuran salah satu pasukan Polri yang selalu ada di tengah-tengah masyarakat di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke untuk melakukan operasi-operasi kemanusiaan, baik itu penanganan bencana alam, penanganan teroris, penanganan KKB serta kegiatan-kegiatan lainnya yang sifatnya intensitas tinggi yang selalu ditangani teman-teman Brimob dan teman-teman TNI.

Rekan-rekan sekalian, sejak bulan Maret tahun 2020, wabah pandemi Covid-19 telah melanda dunia ini, bahkan 215 negara yang kena dan sampai saat ini di seluruh dunia sudah kurang lebih 53 juta orang yang terinfeksi atau terkonfirmasi, bahkan sudah 1,3 juta orang meninggal dunia akibat dari pandemi Covid-19 ini.

Sampai tanggal 13 November kemarin, di Indonesia, di 34 provinsi dan 503 kabupaten/kota se-Indonesia juga telah dilanda pandemi Corona ini. Data yang ada sampai kemarin sebanyak 457.775 orang yang terinfeksi, kemudian yang meninggal sudah 15.037 orang, itu di Indonesia.

Polri senantiasa mengacu pada asas salus populi suprema lex exto, yang artinya keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi. Polri juga sejak Indonesia dilanda pandemi corona telah dua kali mengeluarkan maklumat. Maklumat pertama pada tanggal 19 Maret 2020 tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran Covid-19.

Lalu maklumat Kapolri yang kedua yaitu tanggal 21 September 2020 tentang kepatuhan terhadap protokol kesehatan dalam pelaksanaan pemilihan Pilkada Serentak Tahun 2020 yang akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020 nanti.

Oleh karena itu, saya mengimbau dalam suasana pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini agar semua pihak mematuhi protokol kesehatan dengan senantiasa memakai masker, menjaga jarak aman dengan orang lain, mencuci tangan dengan sabun, dan menghindari kerumunan massa. Hal tersebut harus kita lakukan bersama-sama demi keselamatan kita bersama, dan untuk menyelamatkan semua orang yang ada di Indonesia ini.

Terjadinya beberapa kerumunan massa tanpa protokol kesehatan menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat seperti yang disampaikan oleh warga maupun beberapa organisasi masyarakat melalui berbagai media. Rekan-rekan sekalian, hanya dengan disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan, maka kita akan terhindar dari pandemi Covid-19.

Demikian imbauan saya. Semoga Allah SWT, Tuhan Maha Kuasa, selalu memberikan perlindungan kepada seluruh warga Indonesia dalam menghadapi Covid-19 ini.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0