Jumhur Cs Diciduk, Fahri Hamzah: Kenapa Tak Tangkap 575 Anggota DPR?

Fahri tak ingin para kritikus diberangus polisi
Mochammad Rizki - Nasional,Jumat, 16-10-2020 14:10 WIB
Jumhur Cs Diciduk, Fahri Hamzah: Kenapa Tak Tangkap 575 Anggota DPR?
Fahri Hamzah. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Kritik terhadap aksi Polri yang memborgol dan 'memamerkan' tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ke publik, terus bergulir. 

Giliran mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah yang mengecam perlakuan polisi terhadap Jumhur Hidayat, Syahganda Nainggolan dan rekan itu. 

Baca juga: Borgol dan 'Pamerkan' Tokoh KAMI, Denny JA Kecam Polisi 

Menurut Fahri, tak tepat jika para pengritik kebijakan pemerintah diperlakukan demikian.

Jika pun polisi bersikukuh dengan keputusannya, kata dia seharusnya penegak hukum turut menyeret seluruh anggota DPR, yang karena fungsinya, kerap memprotes kebijakan pihak eksekutif. 

"Kalau kritikus ditangkap karena dianggap bikin rusuh, kenapa tidak tangkap saja 575 anggota DPR?" kata Fahri melalui akun Instagram miliknya, dikutip Jumat (16/10/2020). 

Menurut Fahri, tak tepat polisi terutama pemerintah, menangkap Jumhur dan rekan. Mengingat mereka hanya hendak menyampaikan aspirasi. 

"Kalau penguasa mau mendengar, Jumhur dan Syahganda jangan ditangkap," kata dia.

Lebih lanjut, Fahri pribadi mengaku tak asing dengan sosok Jumhur dan Syahganda. Ia mengenal keduanya puluhan tahun lalu, sebagai orang-orang yang berani melawan rezim Presiden Soeharto. 

"Saya kenal keduanya sudah sejak 30 tahun lalu. Mereka adalah teman berdebat Yang berkwalitas. Mereka dl korban rezim orba yg otoriter. Kok rezim ini juga mengorbankan mereka?" jelas Fahri. 

Sebelumnya, pengamat politik Denny JA juga mengecam aksi Polri terhadap para aktivis KAMI. 

Menurut Denny, apa yang diutarakan Jumhur cs hanyalah perbedaan pendapat, yang tak perlu diproses selayaknya tindak kriminal serius. 

"Para aktivis/civil society yang berbeda pendapat, walau ditemukan 'kesalahan' sebaiknya tak diperlakukan seperti penjahat kriminal kelas berat," kata Denny

Diketahui, Jumhur, Syahganda dan Anton ditangkap petugas Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri di waktu dan lokasi berbeda. Mereka dianggap menyulut kebencian berbau SARA melalui media elektronik. 

Polisi menjerat mereka dengan pasal dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan KUHP. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0