Jadi Tersangka, Dirut PT PAL Langsung Dijebloskan ke Rutan

KPK menetapkan Budiman Saleh sebagai tersangka korupsi
Mochammad Rizki - Nasional,Kamis, 22-10-2020 16:42 WIB
Jadi Tersangka, Dirut PT PAL Langsung Dijebloskan ke Rutan
Budiman Saleh. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Direktur Utama PT PAL (Persero) Budiman Saleh ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka. 

Budiman merupakan tersangka baru hasil pengembangan, kasus dugaan korupsi di PT Dirgantara Indonesia.

Baca juga: Sinergi PLN-KPK Berlanjut, Kini Amankan Aset Negara di Pulau Dewata

"Setelah menemukan bukti permulaan yang cukup, KPK melakukan penyelidikan dan meningkatkan status perkara ke penyidikan dan menetapkan tersangka pada 12 Maret 2020, yakni BS selaku Direktur Aerostructure (2007-2010); Direktur Aircraft Integration (2010-2012); dan Direktur Niaga dan Restrukturisasi (2012-2017). Kini yang bersangkutan menjabat sebagai Direktur Utama PT PAL," ujar Deputi Penindakan KPK Karyoto, Kamis (22/10/2020).

Menurut Karyoto, Budiman turut terlibat dalam dugaan korupsi penjualan dan pemasaran di PT DI tahun 2007-2017. Kasus tersebut menggunakan modus kontrak fiktif.

"Penandatanganan kontrak mitra penjualan tersebut sebanyak 52 kontrak selama periode 2008-2016. Kontrak mitra penjualan tersebut adalah fiktif, dan hanya sebagai dasar pengeluaran dana dari PT DI (Persero) dalam rangka pengumpulan dana untuk diberikan kepada customer/end user," jelasnya.

Budiman, kata Karyoto menerima kuasa dari eks Dirut PT DI Budi Santoso untuk menandatangani perjanjian dengan mitra penjualan yang disebut fiktif tersebut. 

Pembayaran dari PT DI (Persero) kepada perusahaan mitra penjualan yang pekerjaannya diduga fiktif, dilakukan dengan cara mentransfer langsung ke rekening perusahaan mitra penjualan.

"Kemudian sejumlah yang ada di rekening tersebut dikembalikan secara transfer/tunai/cek ke pihak-pihak di PT DI (Persero) maupun ke pihak lain atas perintah pihak PT DI (Persero) serta digunakan sebagai fee mitra penjualan," jelas Karyoto.

Kasus ini, menurut KPK mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 315 miliar. Budiman sendiri, diduga menerima aliran dana sebesar Rp 686 juta.

"Dari hasil penyidikan sejauh ini, tersangka BUS diduga menerima aliran dana hasil pencairan pembayaran pekerjaan mitra penjualan fiktif tersebut sebesar Rp 686.185.000," jelas dia.

Setelah ditetapkan tersangka, KPK langsung menahan Budiman selama 20 hari ke depan, di Rutan KPK Cabang K4.

Budiman diduga melanggar Pasal 2 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0