Ini Skema Perdamaian yang Ditawarkan Indosurya ke Nasabah

Skema perdamaian tersebut dinilai nasabah tak masuk akal
Mochammad Rizki - Nasional,Kamis, 02-07-2020 14:04 WIB
Ini Skema Perdamaian yang Ditawarkan Indosurya ke Nasabah
Proposal perdamaian Indosurya.

Jakarta, Nusantaratv.com - Koperasi Simpan-Pinjam (KSP) Indosurya Cipta mengajak damai nasabahnya, yang mengalami gagal bayar triliunan rupiah. 

Tawaran perdamaian ini diajukan dalam sebuah proposal yang disampaikan saat sidang penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) Indosurya, di Pengadilan Niaga, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2020). 

Baca juga: Nasabah Indosurya: Skema Perdamaian Nggak Masuk Akal! 

Dalam proposal, berisi skema penyelesaian utang. Indosurya berjanji mencicil pembayaran utangnya setiap bulan hingga beberapa tahun ke depan. 

Paling sebentar, cicilan dibayarkan hingga tiga tahun. Skema tersebut, ditawarkan bagi kreditur yang nilai utang dari Indosurya sebesar Rp 25 juta hingga Rp 499 jutaan. 

Sementara paling lama, cicilan dibayar selama tujuh tahun, yang ditawarkan bagi nasabah yang nilai utang Rp 10 miliar ke atas. 

Cicilan dibayar dengan besaran prosentase setiap tahunnya berbeda-berbeda, mulai dari 14,33 persen sampai 33 persen. Semua tergantung nilai utang Indosurya terhadap nasabah. Cicilan pun dibayar tanpa bunga. 

Guna mewujudkan pelunasan ini, rencana usaha disusun Indosurya. Mereka akan melakukan efisiensi operasional. Koperasi akan melakukan penutupan kantor cabang, hingga jumlahnya tersisa 15-20 cabang di seluruh Indonesia. 

Pengurangan karyawan juga akan dilakukan, terutama terhadap mereka yang kinerjanya dianggap tak optimal. 

KSP juga akan melakukan business as usual. Indosurya mengaku telah memberikan pinjaman kepada anggota sebesar Rp 9 triliun pada tahun 2018, dengan rentang waktu pengembalian 1-10 tahun. 

Karena itu Koperasi akan terus menagih pembayaran mereka, guna membayar utang. Mereka juga akan menagih kredit macet yang mereka miliki. 

Guna melunasi kewajibannya, Indosurya juga mencari dana dari investor. Koperasi mengaku telah mendapatkan komitmen dana dari anggota existing yang masih percaya dengan KSP, dan bersedia melakukan top up. 

KSP juga memperoleh komitmen dana dari perusahaan lainnya. Selain untuk membayar utang, seluruh dana tersebut rencananya akan dipakai untuk modal kerja. 

Adapun skema perdamaian Indosurya ini dinilai tak masuk akal oleh para kreditur. Sebab, menurut mereka KSP tak lagi dipercaya anggota, masyarakat maupun investor, akibat kasus gagal bayar. 

Sehingga, tak mungkin lagi Koperasi bisa beroperasi lagi seperti sediakala. 

Pihak Indosurya pun memiliki jawaban atas keraguan itu. 

"Anggap saja itu goodwill (niat baik) dari kita untuk menyelesaikan masalah ini. Kita, koperasi ini dibangun dari 2012 sampai sekarang 2020," ujar Associate Director KSP Indosurya Cipta, Rangga Mahisa Brahmara. 

"Kita juga investasi dengan membuka kantor cabang sebanyak itu. Kita juga menjalin kerja sama dengan Bank Indonesia per 2020 dan merupakan peraih penghargaan penyetor pajak terbesar," imbuhnya. 

Pembahasan rencana perdamaian ini akan dilanjutkan pada sidang selanjutnya, Senin (6/7/2020). 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
1
angry
0
sad
1
wow
0