Ini Sikap Indosurya Jika Perdamaian Ditolak Nasabah

Voting rencananya dilaksanakan besok
Mochammad Rizki - Nasional,Rabu, 08-07-2020 16:01 WIB
Ini Sikap Indosurya Jika Perdamaian Ditolak Nasabah
Pihak KSP Indosurya Cipta.

Jakarta, Nusantaratv.com - Rencana perdamaian dibahas dalam sidang perkara penundaan kewajiban pembayaran (PKPU) Koperasi Simpan-Pinjam (KSP) Indosurya Cipta di Pengadilan Niaga, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2020). 

Proposal perdamaian baru telah ditawarkan Koperasi terhadap nasabah yang mengalami gagal bayar triliunan rupiah itu. Pendukung dan penolak terhadap perdamaian pun muncul di antara kreditur, pasca penawaran tersebut.

Baca juga: Pendiri Indosurya: Dari Lubuk Hati Saya Mohon Maaf 

Setelah ini, voting atau pengambilan suara oleh kreditur menyikapi tawaran perdamaian dari debitur akan dilakukan. Agendanya dijadwalkan berlangsung esok, Kamis (9/7/2020). 

Tim kuasa hukum Indosurya, Juniver Girsang, mengaku tak masalah jika akhirnya proposal perdamaian Koperasi ditolak kreditur. 

"Yang terpenting voting berlangsung kondusif," ujar Juniver di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. 

Bagi pihaknya, yang terpenting dari seluruh mekanisme PKPU ialah adanya niat baik dari Indosurya untuk membereskan tanggung jawabnya. 

"Yang penting ada niat baik dari Indosurya untuk menyelesaikan itu," kata dia. 

Belakangan pendukung dan penolak perdamaian telah muncul di area sidang PKPU, jelang voting. Total mereka berjumlah ratusan, dengan ciri-ciri atribut tertentu.

Meski begitu, jumlah ini tentunya tak mewakili angka keseluruhan nasabah yang memiliki hak suara, yang sebanyak ribuan. 

Penolak perdamaian sendiri bukannya mutlak tak menginginkan adanya restrukturisasi utang. Mereka hanya ingin agar proposal perdamaian yang ditawarkan benar-benar mengakomodir kepentingan nasabah. 

"Besok rencana perdamaian. Kita tidak ingin pailit, tapi adanya proposal yang lebih baik," kata salah seorang kuasa hukum kreditur. 

Lebih lanjut, pihak nasabah meyakini proses voting akan berjalan lancar. Namun, kegiatan itu diperkirakan takkan selesai dalam waktu satu hari.

"Saya pernah ikut PKPU lainnya juga, nasabahnya 6 ribu orang, voting dalam tiga hari selesai," kata kuasa hukum nasabah di Pengadilan Niaga, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2020). 

Selain voting, PKPU masih mengagendakan 
sidang permusyawaratan oleh majelis hakim pengawas PKPU. 

Jika waktu tersisa tak cukup, PKPU sementara ini bisa diperpanjang hingga 270 hari, atau masuk dalam PKPU tetap. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
1
sad
0
wow
0