ICW Catat 294 Kepala Daerah Korupsi, 11 Diantaranya Kepentingan Pilkada

Salah satu kasus korupsi terdekat yang berkaitan dengan kepentingan Pilkada adalah Atty Suharti, di Cimahi
Arfa Gandhi - Nasional,Kamis, 15-10-2020 21:50 WIB
ICW Catat 294 Kepala Daerah Korupsi, 11 Diantaranya Kepentingan Pilkada
Ilustrasi tahanan kasus korupsi / Foto: Radar Cirebon

Jakarta, Nusantaratv.com - Kasus korupsi semakin merajalela. Peneliti ICW Almas Sjafrina mencatat ada 294 kepala daerah yang tersandung kasus tindak pidana korupsi selama periode 2010-2019.

Almas juga mengungkapkan, dari 294 kasus tersebut, 11 diantaranya terkait dengan kepentingan pemilihan kepala daerah (Pilkada).

"Angka ini cukup tinggi ya, ada 294 kepala daerah ditetapkan sebagai tersangka korupsi kurang lebih selama 9 tahun terakhir," katanya dalam konferensi nasional yang digelar secara virtual dengan tema 'Catatan Kritis Kebijakan dan Tata Kelola Pelaksanaan Pilkada', Kamis (15/10/2020).

"Sedihnya atau sayangnya memang ada beberapa kasus yang beririsan antara korupsi kepala daerah dengan kebutuhan atau kepentingan pemenangan Pilkada," ungkapnya.

Menurut data, lanjutnya, 11 kasus tindak korupsi terkait dengan kepentingan Pilkada terjadi hingga tahun 2018. Almas meyakini kasus ini akan terus bertambah.

"Banyak sekali modusnya yang memang kepentingannya dekat dengan kepentingan pilkada, baik itu untuk mengumpulkan modal untuk kampanye, untuk balik modal, untuk memberi mahar dan lain-lain," ujarnya.

Sejatinya, salah satu kasus korupsi terdekat yang berkaitan dengan kepentingan Pilkada adalah kasus korupsi Atty Suharti, di Cimahi.

Kala itu, dalam putusan atau dakwaan jaksa disebutkan untuk kepentingan modal pilkada terdakwa Atty Suharti yang akan diambil atau dikumpulkan dari proyek-proyek infrastruktur yang sedang dikerjakan di daerah.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0