Edarkan Sabu, Sekeluarga di Labuhanbatu Ditangkap

Pengungkapan kasus ini hasil pesan singkat masyarakat
Mochammad Rizki - Nasional,Senin, 23-11-2020 23:55 WIB
Edarkan Sabu, Sekeluarga di Labuhanbatu Ditangkap
Ilustrasi pengedar sabu. (Net)

Labuhanbatu, Nusantaratv.com - Satu keluarga di Labuhanbatu, Sumatera Utara, ditangkap petugas kepolisian. Mereka diringkus lantaran diduga mengedarkan narkoba.

"Petugas mengamankan tiga orang satu keluarga di Kecamatan Panai Hulu Tengah, Kabupaten Labuhanbatu," ujar Kasat Narkoba Polres Labuhan Batu AKP Martualesi Sitepu, Senin (23/11/2020).

Menurut Martualesi, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat. Warga menginformasikan kepada Kapolres Labuhan Batu AKBP Deni Kurniawan melalui WhatsApp, adanya peredaran narkoba yang kian menjamur di Kecamatan Panai Hulu dan Panai Tengah.

Petugas lalu menindaklanjutinya dengan melakukan penyelidikan. Kemudian pada Minggu (22/11/2020), petugas dipimpin Kasat AKP Martualesi Sitepu dan Kanit 1 Ipda Sarwedi Manurung melakukan penggerebekan di sebuah rumah di Dusun Sungai Dondong, Desa Bagan Bilah, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu.

"Polisi mengamankan tiga orang yang menempati rumah berinisial SU alias Unying (37), EM alias Wati (31), dan PP alias Yoyo (19). SU dan EM merupakan pasangan suami-istri, sementara PP merupakan adik daripada SU," papar Martualesi.

Dari SU, petugas menyita satu bungkus plastik klip transparan berisi sabu bruto 6,03 gram yang didapatkan petugas di bawah tempat tidurnya.

Sementara EM, petugas menyita tiga bungkus plastik klip transparan berisi sabu seberat bruto 2 gram yang didapat di dekat mesin air di sumur. Lalu dari PP, disita 3 bungkus plastik berisi bruto 2,71 sabu yang ditemukan di belakang dapur di selipan kandang ayam.

"Total keseluruhan barang bukti yang ditemukan 10,74 gram," jelasnya.

Hasil interogasi, EM mengaku mendapat barang haram dari SU dan barang bukti PP juga diperoleh dari SU.

Sedang SU mengaku memperoleh sabu dari inisial B warga Ajamu Panai Tengah dengan cara memesan melalui HP.

"Dari hasil pemeriksaan SU alias Unying, mengakui sudah 3 bulan melakukan bisnis haram tersebut. Omzet penjualannya sekitar 10 gram per minggunya, dengan keuntungan sekitar Rp 3 juta. SU juga mengakui bahwa bisnis haramnya di bantu oleh EM alias Wati, istrinya dan PP, adik kandungnya," jelas Martualesi.

Polisi menjerat para tersangka Pasal 114 ayat 2 subs Pasal 112 ayat 2 jo 132 ayat 1 UU No 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0