Dua Kali Ditangkap! Anggota DPRD Palembang Kader Golkar Ini Diduga Kuat Sebagai Bandar Narkoba

Ia pernah divonis 8 bulan penjara, saat berstatus mahasiswa
Mochammad Rizki - Nasional,Minggu, 27-09-2020 08:26 WIB
Dua Kali Ditangkap! Anggota DPRD Palembang Kader Golkar Ini Diduga Kuat Sebagai Bandar Narkoba
Doni alias Dodon. (Ist)

Palembang, Nusantaratv.com - Kasus narkoba yang menjerat anggota DPRD Kota Palembang Doni SH alias Dodon ternyata bukan kali pertama dialaminya. Bahkan ia pernah diduga kuat sebagai bandar narkoba.

Hal ini terungkap dari pernyataan Humas PN Palembang Abu Hanifah yang mengutip ucapan majelis hakimnya Martahan Pasaribu, Zuhair dan Rita Herlina, yang menyebutkan bahwa politisi Partai Golkar itu pernah divonis 8 bulan penjara atas kasus yang sama.

Baca juga: Warga Protes, Pelaku Pungutan Liar Diduga Tewas di Tangan Oknum Polisi 

”Ya betul, berdasar SIPP dia pernah divonis selama delapan bulan penjara pada 2013 dalam kasus narkotika,” tegas Hanifah, kemarin.

Doni divonis karena melanggar Pasal 131 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Tindak Pidana Narkotika dengan barang bukti sabu-sabu seberat 9,14 gram.

Saat itu, ia ditangkap karena dugaan kuat sebagai bandar narkoba, dimana catatan tersebut tertulis pada database Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Kelas 1A Khusus Palembang. Tertulis Nama Doni Timur, 30, menjalani sidang dengan Nomor Perkara 1251/PID.SUS/2013/PN.PLG dan saat itu dia diketahui masih berstatus mahasiswa.

Namun kala itu, tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) hanya satu tahun penjara. Diketahui, Hanifah membuka database itu dan menemukan catatan bahwa terhadap Doni tidak ditemukan bukti melakukan tindak pidana dalam dakwaan kesatu pasal 112 (1) UU 35 Tahun 2009 tentang kepemilikan narkotika.

Namun dia terbukti melanggar pasal 131 UU Nomor 35 Tahun 2009 karena tidak melaporkan adanya transaksi narkotika.

Kasus Doni semakin terbuka lebar, tepatnya pada Selasa (22/9), dimana dirinya yang tercatat sebagai oknum Anggota Komisi I DPRD Palembang periode 2019–2024 dari Partai Golkar dan lima orang kawannya ditangkap tim gabungan BNN, BNNP Sumsel, dan Polda Sumsel di ruko laundri miliknya. Dari penangkapan tersebut, diamankan barang bukti lima kilogram sabu-sabu dan 30.000 pil ekstasi. BNN telah menetapkan lima orang menjadi tersangka termasuk Doni.

Kini, BNN telah membawa Doni dan empat tersangka kaki tangannya ke Jakarta pada Kamis (24/9) pagi untuk pemeriksaan lebih lanjut. (Md) 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0