Cetak di Gudang Sekolah, Penjaga SMP Produksi Ribuan Pil Koplo

Ia memanfaatkan sekolah yang tutup akibat pandemi
Mochammad Rizki - Nasional,Minggu, 29-11-2020 04:35 WIB
Cetak di Gudang Sekolah, Penjaga SMP Produksi Ribuan Pil Koplo
Ilustrasi pil koplo. (Net)

Samarinda, Nusantaratv.com - Seorang penjaga SMP di Samarinda, Kalimantan Timur, bernama Heriyanto (47), membeli alat untuk mencetak narkoba dari uang hasil menjual tanah yang dimilikinya. 

Hasilnya, Heriyanto mampu mencetak ribuan pil koplo di gudang sekolah tersebut. 

Namun, aksinya terendus, sehingga harus berurusan dengan polisi.

Heriyanto ditangkap di Jalan Aminah Syukur, Samarinda, Sabtu (28/11/2020) sekitar pukul 20.00 Wita di sekolah.

Saat melakukan penggeledahan, polisi menemukan peralatan produksi narkoba di gudang sekolah.

Kasat Narkoba Polresta Samarinda AKP Andika Dharma Sena menjelaskan Heriyanto membeli alat pencetak narkoba itu dari Jakarta. 

Dirinya memproduksi ribuan pil koplo atau dobel L di gudang sekolah. Polisi lalu menyita peralatan produksi, bahan-bahan, serta ribuan butir pil koplo sebagai barang bukti. 

"Informasi awal, alat-alat ini digunakan untuk memproduksi dobel L," ujar Andika.

Polisi hingga kini masih melakukan pemeriksaan terhadap kandungan dari bahan-bahan yang ditemukan. Pemeriksaan juga akan dilakukan di laboratorium.

"Itu kita pastikan lagi. Awalnya, memang untuk pembuatan dobel L. Tapi, kita harus tes lagi di laboratorium," kata dia.

Heriyanto sendiri sudah 5 tahun menjadi penjaga sekolah. Ia memanfaatkan situasi belajar dari rumah saat pandemi Covid-19, untuk mencetak ribuan pil koplo.

"Dia ini, mendapatkan bahan-bahan produksi dari kiriman Jakarta. Ini masih awal, kami sedang dalami keterangannya. Kemudian, ada 1 orang lagi temannya, perannya apa, itu sedang kami telusuri," jelas Andika.

Sementara, Heriyanto mengaku bisa mencetak 300 butir pil koplo per hari.

Meski begitu, ia mengaku belum memasarkan pil hasil produksinya itu sama sekali, karena ribuan butir pil itu kini tengah dibawa rekannya yang masih diburu polisi.

"Saya nggak tahu, semua dibawa oleh Pr, Pak. Saya tidak tahu dibawa kemana. Saya cuma buat aja, dan saya tidak tahu dibawa kemana yang sudah dibuat," kata dia.

Polisi menjerat Heryanto dengan UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman 5 tahun penjara.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0