Borgol dan 'Pamerkan' Tokoh KAMI, Denny JA Kecam Polisi

Perlakuan polisi terhadap para aktivis dinilai tak tepat
Mochammad Rizki - Nasional,Jumat, 16-10-2020 12:50 WIB
Borgol dan 'Pamerkan' Tokoh KAMI, Denny JA Kecam Polisi
Denny JA. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Polisi 'memamerkan' tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), yang ditangkap karena diduga menyulut kebencian berbau SARA. Di antaranya Jumhur Hidayat, Syahganda Nainggolan, dan Anton Permana. 

Mereka mengenakan pakaian tahanan dengan kondisi tangan diborgol menggunakan tali plastik. 

Bersama enam orang lainnya, ketiganya dijajarkan di hadapan publik, saat konferensi pers digelar Polri mengenai kasus yang menjerat mereka, Kamis (15/10/2020). 

Baca juga: Pakai Baju Tahanan dan Diborgol, Jumhur Hidayat Cs 'Dipamerkan' Polisi ke Publik 

Perlakuan polisi ini dikecam. Menurut pengamat politik Denny JA, tindakan penegak hukum kurang tepat. 

Sebab, tak sepatutnya para aktivis atau masyarakat sipil diperlakukan selayaknya pelaku kriminal besar. 

Apalagi, menurutnya perbedaan pendapat di dalam negara demokrasi merupakan hal biasa. 

"Para aktivis/civil society yang berbeda pendapat, walau ditemukan 'kesalahan' sebaiknya tak diperlakukan seperti penjahat kriminal kelas berat," ujar Denny, Jumat (16/10/2020). 

Diketahui, baik Jumhur, Syahganda maupun Anton bukan merupakan 'orang biasa'. 

Jumhur adalah mantan pejabat di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia pernah menduduki posisi Kepala BNP2TKI atau yang kini menjadi BP2MI. 

Dia juga merupakan aktivis mahasiswa tahun '80-an dari Institut Teknologi Bandung (ITB), yang pernah dipenjara lantaran membangkang terhadap rezim Orde Baru.  

Sama dengan Jumhur, Syahganda juga merupakan aktivis mahasiswa ITB '80-an, yang sempat divonis 10 bulan penjara akibat berdemonstrasi. 

Syahganda sempat menjabat Komisaris Pelindo II pada masa SBY. Kini ia membentuk lembaga konsultan politik bernama Sabang Merauke Circle (SMC). 

Sementara Anton, merupakan Ketua Pengurus Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-Polri (FKPPI) Kepulauan Riau. Ia juga merupakan alumni Lembaga Ketahanan Nasional RI (Lemhannas). 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
1
wow
0