Bareskrim Serahkan 4 Tersangka Kasus Red Notice Djoko Tjandra ke Kejaksaan

Irjen Napoleon Bonaparte, Brigjen Prasetijo Utomo dan Tommy Sumardi diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Sementara...
Raymond - Nasional,Jumat, 16-10-2020 19:55 WIB
Bareskrim Serahkan 4 Tersangka Kasus Red Notice Djoko Tjandra ke Kejaksaan

Nusantaratv.com - Empat orang tersangka kasus dugaan gratifikasi pengurusan pencabutan red notice berikut barang bukti diserahkan oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri kepada Kejaksaan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan bahwa keempat tersangka yang diserahkan penyidik Bareskrim ke Kejaksaan secara bersamaan yakni tersangka Djoko Tjandra, Irjen Pol Napoleon Bonaparte, Brigjen Pol Prasetijo Utomo dan Tommy Sumardi.

Adapun tersangka Irjen Napoleon Bonaparte, Brigjen Prasetijo Utomo dan Tommy Sumardi diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Sementara tersangka Djoko diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

"5 Oktober lalu berkas perkara red notice DST dkk telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh JPU (jaksa penuntut umum) sehingga pada hari ini Jumat, penyidik tipikor telah menyerahkan tahap II dengan menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Kejari Jaksel untuk tersangka PU, TS dan NB, sedangkan JST diserahkan ke Kejari Jakpus," ujarnya, hari ini di Mabes Polri.

Sementara itu Kajari Jaksel Anang Supriatna mengatakan terkait Djoko Tjandra, dan Brigjen Prasetijo Utomo masih ditahan di Rutan Salemba Cabang Mabes Polri karena keduanya berhadapan dengan perkara lain.

Sedangkan Irjen Napoleon Bonaparte rencananya akan dititipkan di Rutan Salemba Cabang Mabes Polri dan Tommy Sumardi di Rutan Salemba Cabang Kejari Jakarta Selatan. "Dalam waktu 14 hari ke depan secepatnya nanti penuntut umum melimpahkan ke pengadilan karena ada batas waktunya juga," jelas Anang.

Ia mengatakan, bahwa pelimpahan para tersangka ke Kejari Jakarta Selatan memang mengikuti wilayah hukum kejadian. “Namun persidangan tetap di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor),” tutupnya. 

 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0