Anton Permana Sempat Sebut NKRI Sebagai Negara Kepolisian Republik Indonesia

Bersama tokoh KAMI lainnya, Anton ditangkap polisi
Mochammad Rizki - Nasional,Jumat, 16-10-2020 06:18 WIB
Anton Permana Sempat Sebut NKRI Sebagai Negara Kepolisian Republik Indonesia
Konferensi pers polisi terkait penangkapan tokoh KAMI.

Jakarta, Nusantaratv.com - Peran deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang ditangkap, Anton Permana diungkap polisi. 

Anton disinyalir menyebarkan informasi yang ditujukan guna menimbulkan kebencian bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Baca juga: Pagi Ini Eks Danjen Kopassus Soenarko Bakal Diperiksa Polisi 

"Ini yang bersangkutan mem-posting di Facebook dan di YouTube. Dia menyampaikan di Facebook dan di YouTube banyak sekali ada beberapa yang disampaikan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, di Mabes Polri, Kamis (15/10/2020).

Argo kemudian memaparkan beberapa posting-an Anton. Ia turut memperlihatkan beberapa barang bukti kasus tersebut. 

"Misalnya, 'Multifungsi Polri yang melebihi peran dwifungsi ABRI yang dulu kita caci maki', yang NKRI kepanjangannya menjadi Negara Kepolisian Republik Indonesia," tutur Argo. 

"Dan juga ada, 'Disahkan Undang-Undang Ciptaker bukti negara ini telah dijajah, dan juga negara sudah tidak kuasa lindungi rakyatnya, dan negara dikuasai oleh cukong, VOC gaya baru', itu salah satunya yang disampaikan oleh tersangka AP," lanjut Argo.

Polisi menjerat Anton  dengan Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 UU ITE serta Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 serta Pasal 15 UU Peraturan Hukum Pidana Nomor 1 Tahun 1946 dan juga Pasal 207 KUHP. Ia terancam hukuman 10 tahun penjara. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0