Anggota DPRD Lampung Utara Diduga Penadah Truk Hasil Rampokan

HTM kini telah ditetapkan sebagai tersangka
Mochammad Rizki - Nasional,Minggu, 06-12-2020 02:33 WIB
Anggota DPRD Lampung Utara Diduga Penadah Truk Hasil Rampokan
Anggota DPRD Lampung Utara yang diduga menjadi penadah. (Kompas.com)

Lampung Utara, Nusantaratv.com - Seorang anggota DPRD Lampung Utara disinyalir menjadi penadah truk hasil perampokan dua oknum polisi.

Truk pengangkut pupuk kotoran sapi tersebut dirampok oleh dua oknum anggota Polresta Bandar Lampung, Ipda YML (47, DPO) dan Bripka HDR (40, DPO) pada 30 November 2020 lalu. 

Baca juga: Polisi Inggris Tangkap 'Tukang Tipu' Asal Indonesia 

Kapolsek Tanjung Bintang, AKP Talen Hapis menjelaskan, truk bernomor polisi BE 9162 CE itu dirampok kala dikendarai korban, Eko Susanto (25) warga Desa Lematang, Kecamatan Tanjung Bintang.

Pasca membawa kabur truk, para pelaku lalu membawanya ke Kabupaten Lampung Utara menemui oknum legislator berinisial HTM (50), warga Kecamatan Abung Pekurun, Lampung Utara.

"Yang bersangkutan (HTM) anggota dewan (DPRD) Lampung Utara. Yang bersangkutan (HTM) sudah kami periksa intensif sejak beberapa hari lalu," ujar Talen, Sabtu (5/12/2020). 

Sebelum bertemu dengan HTM, para pelaku yakni Ipda YML, Bripka HDR, GTT (45), EW (35) petugas Dishub Bandar Lampung, dan HEN (40) pecatan Brimob, menemui SAL (45) serta AR (30) warga Tegineneng.

Pertemuan sekaligus transaksi jual-beli tersebut dilaksanakan di lapak penjualan singkong di Desa Pekurun, Lampung Utara, Selasa (1/12/2020).

Dari transaksi, disepakati truk hasil rampokan tersebut dijual seharga Rp 42 juta dengan pembayaran dimuka seharga Rp5 juta yang diberikan kepada pelaku SAL.

Sementara sisa pembayaran akan ditransfer ke rekening milik pelaku EW. 

"Kami masih mengembangkan kasus ini untuk mengungkap semua para pelaku. Nanti setelah fix, kami akan ekspos kasus ke publik," tutur Talen.

Talen menuturkan, modus para pelaku ialah mengaku sebagai debt collector dan mengatakan bahwa kendaraan incaran bermasalah.

"Disebutkan truk itu menunggak pembayaran. Sehingga harus dibawa secara paksa," tandasnya.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0