Akal-akalin Uang Nasabah, CEO PT Jouska Digugat Rp64 Miliar

Aakar digugat bersama seluruh afiliasinya dengan nilai ganti rugi sebesar Rp64 miliar,
Raymond - Nasional,Kamis, 19-11-2020 16:00 WIB
Akal-akalin Uang Nasabah, CEO PT Jouska Digugat Rp64 Miliar
CEO PT Jouska Financial Indonesia Aakar Abyasa Fidzuno

Nusantaratv.com - Kasus kerugian yang dialami oleh 45 nasabah PT Jouska Financial Indonesia berujung gugatan. Kali ini, melalui kuasa hukumnya, yakni Kantor Hukum Munde Herlambang & Partners menggugat CEO PT Jouska yakni Aakar Abyasa Fidzuno.

Ia juga digugat bersama sleuruh afiliasinya dengan nilai ganti rugi sebesar Rp64 miliar, yang terdiri dari kerugian materil sebesar Rp41.648.737.743 dan immaterial sebesar Rp22,5 miliar.

"Kantor hukum Munde Herlambang & Partners yang mewakili 45 orang eks nasabah Jouska pada Rabu, 18 November 2020 telah mendaftarkan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan telah diterima dengan register perkara No. 676/Pdt.G/2020/PN.Jkt.Pst tanggal 19 November 2020," tegas Munder Herlambang & Partners melalui keterangan resminya hari ini.

Kuasa hukum menilai, bahwa Jouska melalui Aakar diduga mengarahkan para penggugat atau eks klien dan memanfaatkan rekening mereka melalui perusahaan afiliasi yakni PT Amarta Investa Indonesia dan PT Mahesa Strategis Indonesia.

Tak hanya itu, eks klien juga menyebut Aakar lewat kedua perusahaan itu kemudian bekerja sama dengan PT Phillip Sekuritas Indonesia untuk melakukan pembelian secara masif saham PT Sentra Mitra Informatika Tbk dengan kode saham LUCK.

Selain itu, Jouska juga diduga ’menggoreng' saham LUCK lewat uang klien dengan mengarahkan pembelian demi meningkatkan harga jual saham. Sehingga, kenaikan harga bukan dikarenakan valuasi pasar, melainkan pembelian massif yang terstruktur.

Kemudian, disebutkan antara Aakar selaku pemegang saham sekaligus komisaris PT Amarta Investa Indonesia dan/atau PT Mahesa Strategis Indonesia dan Caroline, Josephine, Christine selaku pemegang saham PT Sentra Mitra Informatika telah menandatangani perjanjian melawan hukum.

Kelompok ini juga diduga bekerja sama memanipulasi harga di bursa saham dan menggerakkan pembelian secara masif melalui pemanfaatan informasi yang belum terpublikasi mengenai saham tersebut demi keuntungan pribadi masing-masing pihak.

"Adapun peran tergugat V dan/atau tergugat X selaku perusahaan sekuritas tempat para penggugat membuka dan menyimpan dana dalam bentuk rekening dana investor (RDI) diduga memberikan akses atau bekerja sama dengan PT Amarta Investa Indonesia dan/atau PT Mahesa Strategis Indinesia yang tidak memiliki izin untuk manajer investasi," tutup keterangan resmi Munde Herlambang.

Sebagai informasi, ke-45 penggugat mengajukan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum terhadap 10 pihak terkait, yakni:

1. Aakar Abyasa Fidzuno sebagai tergugat I

2. Caroline Himawati Hidajat sebagai tergugat II

3. Josephine Handayani Hidajat sebagai tergugat III

4. Chrisne Herawati sebagai tergugat IV

5. PT Phillip Sekuritas Indonesia sebagai tergugat V

6 PT Sentral Mitra Informatika Tbk sebagai tergugat VI

7. PT Amarta Investa Indonesia sebagai tergugat VII

8. PT Jouska Finansial Indonesia sebagai tergugat VIII

9. PT Mahesa Strategis Indonesia sebagai tergugat IX

10. PT MNC Sekuritas sebagai tergugat X

 

 

 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0