11 TNI Pengeroyok Jusni Dituntut 2 Tahun Penjara

Aksi pengeroyokan ini terjadi di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada 9 Februari lalu
Arfa Gandhi - Nasional,Rabu, 18-11-2020 20:30 WIB
11 TNI Pengeroyok Jusni Dituntut 2 Tahun Penjara
Sidang tuntutan terhadap 11 TNI dalam kasus pengeroyokan / Foto: Tribunnews

Nusantaratv.com - Tuntutan beragam harus diterima oleh 11 prajurit TNI dalam kasus pengeroyokan terhadap seorang perantau bernama Jusni (24) di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Februari lalu.

Hal itu dibacakan oleh oditur militer, dalam sidang beragendakan pembacaan tuntutan yang digelar di Pengadilan Militer Jakarta, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (17/11/2020) 

Pada sidang itu, oditur militer juga meminta kepada majelis hakim untuk menyatakan sebelas terdakwa tersebut bersalah melakukan tindak pidana yang menyebabkan kematian.

Ke-11 terdakwa itu adalah Letda Cba Oky Abriansyah NP, Letda Cba Edwin Sanjaya, Serka Endika M Nur, Sertu Junedi, Serda Erwin Ilhamsyah, Serda Galuh Pangestu, Serda Hatta Rais, Serda Mikhael Julianto Purba, Serda Prayogi Dwi Firman Hanggalih, Praka Yuska Agus Prabakti, dan Praka Albert Panghiutan Ritonga.

"Kami mohon agar majelis hakim Pengadilan Militer II-08 Jakarta menyatakan para terdakwa bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama yang mengakibatkan mati sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana Pasal 351 ayat 1 jo ayat 3 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP," kata oditur militer, Salmon Balubun.

Salmon juga meminta kepada majelis hakim untuk mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan dalam menjatuhkan putusan terhadap para pelaku.

Hal yang memberatkan adalah, pertama perbuatan para terdakwa merusak citra TNI dalam pandangan masyarakat.

Kedua, para terdakwa kurang menghayati Sapta Marga Sumpah Prajurit butir ke-2 tunduk kepada hukum dan memegang teguh disiplin keprajuritan dan 8 wajib TNI, butir ke-7 tidak sekali-sekali menakuti dan menyakiti hati rakyat.

Dan ketiga, perbuatan para terdakwa mengakibatkan Saudara Jusni meninggal dunia.

Sementara itu, untuk hal yang meringankan, pertama, para terdakwa bersikap sopan dan berterus terang dalam persidangan.

Dan kedua, para terdakwa mendapat rekomendasi keringanan hukuman dari Kapusbekangad Mayjen TNI Isdarmawan Ganemoeljo berdasarkan surat Kapusbekangad R/622.06/12/293/subditpamoster tanggal 30 Juni 2020.

Berikut rincian tuntutan yang dibacakan oleh oditur militer terhadap 11 prajurit tersebut:

-Letda Cba Oky Abriansyah dituntut dengan hukuman penjara selama 2 tahun dan pidana tambahan dipecat dari dinas militer TNI AD.

-Letda Cba Edwin Sanjaya dituntut dengan pidana penjara selama 1 tahun 3 bulan.

-Serka Endika Sanjaya dituntut dengan pidana penjara selama 1 tahun 2 bulan.

-Sertu Junaedi dituntut dengan pidana penjara selama 1 tahun 2 bulan.

-Serda Erwin Ilhamsyah dituntut dengan pidana penjara selama 1 tahun 2 bulan.

-Serda Galih Pangestu dituntut dengan pidana penjara selama 1 tahun 2 bulan.

-Serda Hatta Rais dituntut dengan pidana penjara selama 1 tahun 2 bulan.

-Serda Mikhael Julianto Purba dituntut dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan dan pidana tambahan dipecat dari dinas militer TNI AD.

-Serda Prayogi Dwi Firman Hanggalih dituntut dengan pidana penjara selama 1 tahun 2 bulan.

-Praka Yuska Agus Prabakti dituntut dengan pidana oenjara selama 1 tahun 2 bulan.

-Praka Albert Panghiutan Ritonga dituntut dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan.

Sebagai informasi, aksi pengeroyokan terhadap Jusni terjadi di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada 9 Februari lalu.

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) pun merilis video pengeroyokan terhadap Jusni lewat akun Twitter-nya, pada Senin (16/11) kemarin.

Pada video tersebut, korban dipukul, ditendang, ditabrak dengan sepeda motor, dihantam dengan meja, dan dipukul pakai tongkat hingga disabet menggunakan hanger.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0