Viral Foto Truk Vs Komodo! Aktivis Angkat Suara

Breaking news! Sejak viralnya foto Komodo vs Truck Proyek, Kepala BTNK keluarkan surat penutupan P Rinca
Raymond - Nasional,Senin, 26-10-2020 10:15 WIB
Viral Foto Truk Vs Komodo! Aktivis Angkat Suara
Sumber: @KawanBaikKomodo,

Nusantaratv.com - Foto sebuah truk berhadapan dengan Komodo di Kawasan Jurassic Park, Pulau Rinca viral di sosial media. Kelompok aktivis dari Kawan Baik Komodo menanggapi peristiwa bersejarah tersebut.

“Breaking news! Sejak viralnya foto Komodo vs Truck Proyek, Kepala BTNK keluarkan surat penutupan P Rinca. Kami jg dapat kesaksian bhw semua orang di lokasi dilarang ambil/kirim foto keluar. Surat ditetapkn kemarin (Minggu); mulai berlaku hari ini 26 Okt-Juni 2021,” tulis mereka dalam akun Twitter @KawanBaikKomodo, pagi ini.

Sebagaimana diketahui, Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) merilis penutupan sementara resort Loh Buaya dari kunjungan wisatawan.

Dimana dalam surat tersebut tertulis:

Mempertimbangkan proses percepatan penataan sarpras (sarana-prasarana-red) wisata alam yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Resort Loh Buaya, Seksi Pengelolaan Taman Nasional  (SPTN) Wilayah I Pulau Rinca, dan mempertimbangkan upaya peningkatan pelayanan dan keamanan wisatawan.

Adapun perjanjian kerjasama antara Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor: PKS2/KSDAE/PIKA/KSA/0/7/2020, Nomor: HK.0201-DC/558 dan Nomor:HK.0201-DA/575 tanggal 15 Juli 2020tengan dukungan Pengembangan Wisata Alam Melalui Pembangunan Sarana dan Prasarana di Loh Buaya, Pulau RincaTaman Nasional Komodo.

“Menutup sementara Resort Loh Buaya, SPTN Wilayah I Pulau Rimca, Taman Nasional Komodo, terhitung sejak tanggal 26 Oktober 2020 hingga 30 Juni 2021 dan akan dievaluasi setiap 2 minggu sekali,”demikian pernyataan tersebut, yang ditandatangani oleh Kepala Balai, Awang Nistyantara, pada Minggu (25/10) kemarin.

Selain itu, dalam pernyataan tersebut juga disebutkan, bahwa pembangunan sarpras di Loh Buaya tetap mengedepankan keselatan, karena terdapat 15 komodo yang sering melintas di daerah tersebut.

“Briefing harian secara konsisten dilakukan oleh petugas, pekerja maupun pengawas, untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang berdampak negatif,” tambah pernyataan tersebut.

Sementara itu, Jurnalis Watchdoc, Dandhy Laksono juga menanggapi masalah tersebut. Karena menurutnya, pihak media seharusnya diperbolehkan mengambil foto di lokasi tersebut.

“Untuk kepentingan publik, jurnalis/media seharusnya bisa mengambil gambar di lokasi ini. Dilindungi UU Pers pasal 18. Yang menghalang-halangi sanksinya pidana atau denda. Dan UU Pers seharusnya lebih tinggi dari surat semacam ini. Seharusnya. Tapi ini NKRI,” tulisnya dalam Akun Twitternya, hari ini.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0