Vaksin COVID-19 Harus Gratis, Buat Siapa?

Vaksin COVID-19 Akan Diproduksi oleh PT Bio Farma.
Adiantoro - Nasional,Sabtu, 08-08-2020 11:56 WIB
Vaksin COVID-19 Harus Gratis, Buat Siapa?
Ilustrasi. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Vaksin virus corona (COVID-19) yang rencananya akan diproduksi PT Bio Farma dapat diberikan secara gratis kepada masyarakat, terutama masyarakat yang kurang mampu.

Permintaan itu sampaikan Anggota Komisi VI DPR RI Marwan Jafar. Dia menyatakan dirinya akan fokus menyoroti penyebaran vaksin tersebut kepada masyarakat menengah ke bawah.

Kalau vaksin itu sudah ditemukan maka saya fokusnya agar vaksin ini digratiskan. Vaksin itu harus digratiskan kepada rakyat yang tidak mampu atau kurang beruntung secara ekonomi - ujar Politisi PKB itu, dilansir dari laman dpr.go.id, Jumat (7/8/2020).

Baca Juga: September, Thailand Bakal Uji Coba Vaksin COVID-19 ke Manusia

Terlebih, menurut Marwan, pengadaan vaksin itu ditangani sendiri oleh Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara) sehingga dari anggaran yang telah disediakan dianggap sangat cukup untuk menggratiskan vaksin COVID-19 kepada masyarakat yang kurang mampu.

Dia melanjutkan, BUMN harus lebih mengedepankan kemanusiaan ketimbang profit atau keuntungan. Sebab, pengadaan vaksin itu untuk kepentingan rakyat Indonesia.

BUMN ini punya fungsi sosial, karena yang terpenting itu adalah sisi kemanusian. Karena BUMN itu disamping profit juga ada fungsi sosial. Disamping itu, pembuatan vaksin juga harus mengedepankan kehati-hatian dan mempertimbangkan faktor keamanan bagi masyarakat. Jangan sampai pengadaan vaksin tersebut menimbulkan masalah baru bagi bangsa Indonesia - jelas Marwan.

Diketahui, Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, vaksin COVID-19 akan diproduksi oleh PT Bio Farma. Menurutnya, Bio Farma sudah memiliki gedung yang siap memproduksi vaksin dengan kapasitas 100 juta unit. Pada Desember 2020, bakal ada gedung produksi vaksin baru yang bisa memproduksi 150 juta unit.

Artinya dengan kapasitas 250 juta, tahun depan ketika kita memproduksi vaksin, insyaAllah jumlahnya cukup, tapi kembali lagi, vaksinnya dulu yang perlu diuji klinis - terang Erick saat berkunjung ke PT Bio Farma, di Bandung, Jawa Barat.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0