Tokoh Papua dan Aceh Bakal Bertemu, Bahas Apa?

Kemenag Punya Tugas Membawa Kesejukan dan Kedamaian Hingga Pelosok Negeri.
Adiantoro - Nasional,Sabtu, 05-12-2020 11:10 WIB
Tokoh Papua dan Aceh Bakal Bertemu, Bahas Apa?
Pertemuan Tokoh Papua dan Aceh pada 12-14 Desember 2020. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama (Kemenag) bakal menggelar pertemuan tokoh Papua dan Aceh di Serambi Makkah, pada 12-14 Desember 2020.

Pertemuan yang rencananya akan dihadiri Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi dan Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi itu akan melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh agama dan tokoh adat Provinsi Aceh, Papua, Papua Barat, dan Maluku.

Kita memiliki beragam suku bangsa, adat istiadat, bahasa dan agama. Ini adalah kekayaan dan khasanah bangsa yang mesti dilestarikan dengan baik dan menjadi tugas kita bersama untuk komitmen merawatnya - kata Kepala PKUB, Nifasri, di Jakarta, Jumat (4/12/2020), dikutip dari laman resmi Kemenag.

Kementerian Agama punya tugas membawa kesejukan dan kedamaian hingga pelosok negeri - lanjutnya.

Pertemuan di Serambi Makkah yang mengusung tema 'Kita Cinta Aceh' itu, harap Nifasri, dapat berjalan dengan baik dan penuh makna.

Sementara itu, Staf Khusus Menag, Jul Efendi Syarif mengajak seluruh pihak yang telibat dalam program 'Kita Cinta Aceh' yang terdiri dari berbagai pejabat dan tokoh lintas agama untuk mempersiapkan dengan maksimal, sehingga capaian output-nya terlaksana serta bisa dirasakan manfaatnya di tengah keberagaman umat.

Jadikan momen pertemuan kita, mempererat silaturrahmi dan mengokokohkan persaudaraan lintas agama - terangnya.

Sedangkan Kakanwil Kemenag Aceh, Iqbal mengaku bersyukur atas pertemuan yang akan dihelat di Aceh pada pertengahan Desember 2020.

Kami merasa bersyukur, Aceh menjadi titik pacu mewujudkan kerukunan di Indonesia. Sebelumnya kita telah sama-sama hadir di Papua. Untuk pengaturan dan pemberdayaan umat beragama, seluruh komponen masyarakat Indonesia harus bersama-sama saling memelihara serta menjaga kerukunan, tidak terkecuali Aceh - imbuh Iqbal.

Menurutnya, moderasi beragama yang dijadikan sebagai program nasional, bersumbu pada kerukunan. 

Semoga dimulai dari nol kilometer Indonesia, menjadikan Indonesia nol konflik - tukas Iqbal.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0