Relawan di Brasil Meninggal, Pemerintah Batal Beli Vaksin AstraZeneca?

Pemerintah belum membayar uang muka vaksin
Mochammad Rizki - Nasional,Sabtu, 24-10-2020 07:20 WIB
Relawan di Brasil Meninggal, Pemerintah Batal Beli Vaksin AstraZeneca?
Ilustrasi vaksin corona. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pemerintah dikabarkan tak jadi membeli vaksin corona AstraZeneca pada Oktober ini.

Sebab, down payment (DP) atau uang muka U$D 250 juta yang dijanjikan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hingga kini belum dibayarkan.

Padahal, berdasarkan informasi, batas waktu pembayaran tanggal 20 Oktober lalu. 

Baca juga: Copot Achmad Yurianto dari Posisi Dirjen, Ini Penjelasan Terawan 

Sejauh ini, yang ada baru Letter of Intent (LoI) atau Surat Pernyataan Kehendak yang dibuat pemerintah. 

Pemerintah sendiri berencana memesan 100 juta dosis vaksin asal Inggris tersebut. 

"Lah gimana mau DP? Kalau dengan LoI kan enggak mungkin. DP kan bagian dari kontraknya. Kita masih minta kajian dilakukan tim ahli dengan beberapa hal. Astrazeneca sendiri kan belum punya data, uji klinis III-nya belum selesai. Nah, iya, itu kalau belum selesai, gimana (mau beli)?" tutur Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Achmad Yurianto, Jumat (23/10)/2020).

Ketika ditanyakan apakah kebijakan tersebut berkaitan dengan adanya relawan vaksin AstraZeneca di Brasil yang meninggal, Yurianto tak memastikan. 

Yang jelas, menurutnya belum ada kepastian kontrak dengan AstraZeneca. 

"Kita kan masih menandatangani Letter of Intent dengan AstraZeneca. LoI itu kan artinya kita tertarik dengan produk dia. Oleh karenanya kita melakukan kajian dan kajiannya belum selesai," tuturnya. 

"Beli atau enggak beli itu kan tergantung dokumen kontrak, wong kontraknya aja belum kok," imbuh Yurianto. 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya menyebut 100 juta vaksin AstraZeneca akan datang bertahap mulai April 2021.

"Tadi saya sudah mendapatkan laporan dari Pak Erick (Thohir) untuk AstraZeneca untuk bulan pertama di bulan April 2021 dan satu bulannya kita dapatkan kira-kira 11 juta," ujar Jokowi dalam ratas virtual terkait libur panjang akhir pekan, Senin (19/10/2020). Demikian dikutip dari Kumparan. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0