Polri Sempat Dua Kali Upayakan Penangkapan Habib Rizieq, Tapi...?

Dalam sebuah sesi dialog di ILC 'Membidik Habieb Rizieq' pada Selasa (6/6/2017) lalu, Hermansyah juga mengaku, bahwa dirinya...
Raymond - Nasional,Selasa, 10-11-2020 09:15 WIB
Polri Sempat Dua Kali Upayakan Penangkapan Habib Rizieq, Tapi...?

Nusantaratv.com - Habib Rizieq Shihab pernah disebut-sebut melakukan chat yang berisikan ucapan yang dianggap senonoh. Dimana pengusutan percakapan antara Rizieq dan Firza yang beredar lewat situs baladacintarizieq.com itu pun dilakukan melalui Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) terbit Februari 2017 lalu.

Kemudian, Polda Metro Jaya menindaklanjuti laporan dengan memanggil Rizieq sebagai saksi. Pemeriksaan dijadwalkan pada 25 April 2017, namun ditunda karena Rizieq Shihab tidak hadir dengan alasan beribadah umrah ke tanah suci di Mekkah, Arab Saudi.

Tak berhenti disini, pihak kepolisian kemudian melayangkan surat pemanggilan kedua terhadap Rizieq pada 8 Mei 2017 untuk pemeriksaan pada lusanya. Lagi-lagi, Rizieq tidak memenuhi panggilan tersebut karena tidak berada di Indonesia.

Pada 17 Mei 2017 Firza ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi mengklaim telah mengantongi dua alat bukti yakni keterangan ahli dan hasil identifikasi terhadap telepon genggam Firza dan Rizieq yang menunjukkan pengiriman gambar dan pesan berkonten pornografi.

Penetapan tersangka untuk Rizieq kemudian diumumkan pada 29 Mei 2017. Saat penetapan status tersebut, Rizieq masih berada di Arab Saudi. Rizieq pun diketahui tidak pernah memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa.

Pada 4 Juli 2017, polisi kembali memeriksa Firza yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Dan, meski memang akhirnya tidak dapayt dikatakan berhubungan, polisi tampaknya terus melakukan upaya agar bisa memanggil Rizieq.

Hal ini terbukti pada pada 4 Mei 2018 beredar informasi bahwa Polda Jawa Barat menerbitkan SP3 untuk kasus dugaan penghinaan Pancasila dengan tersangka Rizieq Shihab.

Saat dikonfirmasi kala itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Umar Surya Fana membenarkan hal tersebut. Menurutnya, SP3 tersebut dikeluarkan sekitar Februari atau Maret 2018. "Hasil penyidikan menyimpulkan bukan merupakan tindak pidana," ujar dia, saat itu.

Namun akhirnya kasus tersebut dihentikan karena tidak cukup bukti.

Pakar IT Pertanyakan Keaslian Chat Rizieq dan Firza

Hermansyah, pakat IT dari ITB sempat menyangkal, bahwa isi chat yang diduga adanya keterlibatah Habib Rizieq tidak bisa dipastikan keasliannya. Ia meminta agar Polda Metro Jaya menghubungi cloudfare.com, sebagai penyedia proxy baladacintarizieq.com, pada diskusi GNPF MUI di Hotel Balairung, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (16/6/2017) lalu.

Dalam sebuah sesi dialog di ILC 'Membidik Habieb Rizieq' pada Selasa (6/6/2017) lalu, Hermansyah juga mengaku, bahwa dirinya sudah mengetahui siapa dalang dibalik situs porno yang mengkaitkan nama Habieb Rizieq, setelah melacak kasus itu melalui posisi hosting atau server situs.

Namun, selang beberapa hari kemudian, tepatnya pada Minggu (9/7/2017), Hermansyah dibacok orang tak dikenal saat perjalanan dari Cipayung, Jakarta Timur menuju Depok.

Hermansyah mengalami luka cukup parah di bagian leher dan akhirnya dirawat di Rumah Sakit Hermina, Depok, Jawa Barat.

 

 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0