Persentase Angka Kematian Pasien Covid-19 RI Lebih Tinggi Dibanding Global

Meski begitu angka ini cenderung turun
Mochammad Rizki - Nasional,Selasa, 04-08-2020 16:53 WIB
Persentase Angka Kematian Pasien Covid-19 RI Lebih Tinggi Dibanding Global
Wiku Adisasmito.

Jakarta, Nusantaratv.com - Persentase angka kematian pasien virus corona di Indonesia lebih tinggi dibandingkan global. Meski begitu, angka kematian di RI disebut cenderung turun, jika dilihat dari kasus kematian awal.

"Perlu kami sampaikan bahwa sampai dengan saat ini angka kematian Indonesia per tanggal 3 Agustus 2020 adalah sebesar 4,68 persen dan di sini memang bukan termasuk kabar yang menggembirakan karena angka kematian tersebut masih di atas angka kematian global yaitu 3,79 persen," kata Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito, dalam siaran di kanal YouTube BNPB, Selasa (4/8/2020).

Baca juga: Corona RI: 115 Ribu Orang Tertular, 72 Ribu Sembuh  

Diketahui, per 3 Agustus 2020 pukul 15.28 WIB, ada 113.134 kasus positif di Indonesia dengan jumlah kematian 5.302. Di saat yang sama, jumlah kasus positif secara global mencapai 18.082.616 dengan jumlah kematian 689.428.

Pada data persentase kasus kematian Covid-19 yang ditampilkan Wiku, disebutkan pada Maret 2020 persentase rata-rata 4,89 persen. Lalu pada April 2020, tercatat 8,64 persen disusul pada Mei 2020 sebesar 6,68 persen, kemudian Juni 2020 sebesar 5,56 persen, dan terakhir pada Juli 2020 sebesar 4,81 persen.

"Maka dapat dilihat bahwa angka kematian tersebut secara nasional sejak bulan Maret, April, Mei, Juni, Juli cenderung menurun dan kita harus tetap bekerja keras untuk bisa menurunkan angka kematian ini menjadi lebih baik lagi sehingga bisa lebih rendah daripada angka kematian global," papar Wiku.

Wiku turut menyampaikan angka kematian per tiga hari, dengan Jawa Timur di posisi teratas.

Karenanya ia mengingatkan kepada pemerintah daerah untuk sigap dalam penanganan Covid-19. Sehingga, kasus kematian dapat ditekan.

"Hal ini menunjukkan bahwa apabila kita bisa menunjukkan penanganan kasus lebih baik, lebih cepat, terutama untuk pasien yang menderita komorbid atau usia lanjut, harapannya jumlah yang meninggal dapat ditekan," tandas Wiku.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0