Menteri Kominfo: Yang Halangi Analog Switch Off Menghambat Misi Besar Pemerintah

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menegaskan kepada pihak-pihak yang menghalangi proses Analog Switch Off...
Alamsyah - Nasional,Senin, 06-07-2020 15:20 WIB
Menteri Kominfo: Yang Halangi Analog Switch Off Menghambat Misi Besar Pemerintah
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate/Tangkapan layar Nusantara TV

Jakarta, Nusantaratv.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam beberapa tahun belakangan ini sedang mengupayakan percepatan Digitalisasi Nasional dengan sangat serius.

Hal itu ditandai dengan adanya sejumlah pekerjaan yang masih terus dilakukan Kementerian Kominfo guna melakukan percepatan transformasi digital, sehingga Analog Switch Off (ASO) benar-benar sudah bisa dilaksanakan di Indonesia saat ini.  

"Ada empat yang sedang kami upayakan secara serius. Pertama, penyelesaian pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan informatika yang berkualitas. Kedua, pengembangan SDM atau talenta digital dengan jumlah dan kualitas yang memadai serta berkelanjutan. Ketiga, penuntasan legislasi primer bidang telekomunikasi informatika dan perlindungan data. Serta keempat, penguatan kolaborasi internasional di bidang ekonomi nasional dan arus data lintas negara." ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam siaran pers di Jakarta, Senin (6/7/2020).

Johnny G. Plate menyatakan bahwa salah satu kebijakan yang paling mendesak dari percepatan digitalisasi nasional adalah digitalisasi penyiaran terutama kebijakan digitalisasi televisi.

"Percepatan digitalisasi televisi merupakan agenda besar pembangunan nasional yang harus segera diwujudkan bersama-sama dengan dukungan kuat dari semua pihak. Ini adalah sebuah keharusan." lanjut Johnny.

Johnny meyakini betul jika ASO dipercepat, hal mana telah dilakukan lebih dahulu oleh negara lain, termasuk Malaysia dan Singapura, maka dipastikan Indonesia tidak akan tertinggal dalam urusan kualitas gambar dan suara serta pilihan program yang lebih beragam.

"Malaysia dan Singapura sudah selesai ASO pada tahun 2019.  Sekarang masyarakat disana sudah bisa menikmati siaran televisi dengan siaran digital dengan  kualitas gambar dan suara yabng sangat baik. Serta menikmati pilihan program yang lebih beragam." imbuh Johnny.

Namun Johnny tak menampik jika ada sejumlah pihak yang tidak sejalan terhadap proses digitalisasi penyiaran ini. Dia pun menegaskan kalau mereka yang tak sejalan, sama saja menghambat misi besar dari Presiden Jokowi yang telah mencanangkan percepatan Transforamsi Digital Indonesia.

"Presiden Jokowi telah mencanangkan percepatan Transformasi Digital Indonesia. Dalam kerangka besar kebijakan ini, digitalisasi sektor penyiaran khususnya digitalisasi televisi adalah salah satu agenda penting. Dengan demikian kami meminta semua pihak untuk mengambil langkah dan posisi yang sejalan dengan kebijakan nasional ini. Pihak-pihak yang tidak sejalan atau berlawanan arah dengan kebijakan ini sama dengan tidak mengikuti atau menghambat misi besar pemerintah bersama-sama ekosistem untuk percepatan transformasi digital Indonesia." kata Johnny tegas.

Masih menurut Johnny, Analog Switch of harus ditempuh dan disegerakan demi menghasilkan kualitas penyiaran yang lebih efisien dan optimal untuk kepentingan seluruh masyarakat Indonesia. 

"Selama ini masyarakat dirugikan karena kualitas penayangan yang tidak sesuai dengan perangkat teknologi yang sudah mutakhir yang mereka miliki." tutup Johnny G. Plate 
           

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1