Kominfo Sebut RUU Cipta Kerja Bisa Dorong Percepatan Jaringan 5G

RUU Cipta Kerja ini juga akan memuat perpindahan siaran analog ke digital dan berbagi infrastruktur pasif.
Sarah Fiba - Nasional,Kamis, 24-09-2020 15:17 WIB
Kominfo Sebut RUU Cipta Kerja Bisa Dorong Percepatan Jaringan 5G
Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kominfo, Ismail

Nusantaratv.com - Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja disebut-sebut dapat mendorong percepatan teknologi jaringan 5G. Dimana infrastrukturnya saat ini sedang disiapkan oleh pemerintah.

Selain itu, RUU Cipta Kerja ini juga akan memuat perpindahan siaran analog ke digital dan berbagi infrastruktur pasif.

 Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Ismail.

"Efisiensi ini penting mengingat jumlah masif dan besarnya dana dan capital expenditure yang dibutuhkan," ujarnya, dalam sebuah diskusi virtual dengan tema ”Unlocking 5G Potential for Digital Economy in Indonesia" hari ini, Kamis (24/9/20) di Jakarta.

Ia menjelaskan, bahwa kebijakan untuk berbagi jaringan dan infrastruktur tersebut merupakan salah satu kunci untuk adopsi teknologi jaringan 5G karena bisa mengurangi biaya sekitar 40 persen.

"Efisiensi ini penting mengingat jumlah masif dan besarnya dana dan capital expenditure yang dibutuhkan," tambahnya.

Bahkan menurutnya, efisiensi tersebut akan diwujudkan dalam bentuk berbagi spektrum (spectrum sharing) dan berbagi infrastruktur pasif. "Hal ini sudah disampaikan di draft RUU Ciptaker," sambung Ismail.

Namun demikian, bukan berarti tidak mengalami kendala dalam rencana ini, Ismail menyebut, persiapan 5G di Indonesia adalah mengenai ketersediaan spektrum.

Dimana idealnya, operator seluler memiliki spektrum untuk jaringan 5G yang mencakup rentang frekuensi lower, middle dan high band.

Selain itu, setiap band memiliki permasalahan yang perlu diselesaikan, kata dia, agar Indonesia memiliki spektrum yang memadai untuk jaringan 5G.

Adapun terkait low band, Ismail menambahkan, bahwa setelah ada RUU Cipta Kerja, isu mengenai frekuensi 700MHz yang kini digunakan untuk siaran analog akan bisa diselesaikan.

"Terkait dengan dividen digital, pindah dari analog ke digital bisa ditetapkan waktunya. Frekuensi tersebut bisa segera kita rilis," kata Ismail.

Sebagai informasi, RUU Cipta Kerja saat ini sedang dibahas di DPR RI bersama dengan Ketua DPR Puan Maharani secara transparan, cermat dan hati-hati, serta dapat dilihat melalui siaran langsung di laman resmi parlemen.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0