Kemenag Tekankan Pentingnya Materi Khutbah Jumat yang Jauh dari Provokasi

Kemenag Juga Menyediakan Literasi Digital yang Mendukung Peningkatan Kualitas Para Pemuka Agama.
Adiantoro - Nasional,Selasa, 20-10-2020 18:37 WIB
Kemenag Tekankan Pentingnya Materi Khutbah Jumat yang Jauh dari Provokasi
Ilustrasi. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menekankan pentingnya penyajian khutbah Jumat yang mencerdaskan dan jauh dari provokasi. Hal itu tertuang dalam rencana strategis (Renstra) 2020-2024.

Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan rumah ibadah merupakan pusat syiar moderasi beragama demi mewujudkan agama Islam yang damai dan mendukung stabilitas beragama serta bernegara.

Namun, ada juga fenomena khutbah Jumat yang berisi materi provokatif. Menurutnya, hal ini akan menjadi perhatian Bimas Islam untuk jangka waktu empat tahun ke depan. Dimana salah satu upaya yang dilakukan yakni turut menyiapkan naskah khutbah Jumat yang relevan.

Saat ini diperlukan materi khutbah jumat yang responsif dan relevan dengan perkembangan zaman - kata Kamaruddin dalam Rapat Koordinasi terkait Restra yang digelar secara virtual dan diikuti lebih dari seribu aparatur Kemenag di seluruh Indonesia, Selasa, (20/10/2020), dikutip laman Kemenag. 

Baca Juga: Ratusan Dai Jabar Ikuti Penguatan Kompetensi Penceramah Agama

Lebih lanjut, dia mengungkapkan stabilitas kehidupan beragama di Indonesia tak bisa dilepaskan dari meningkatnya kualitas bimbingan dan penyuluhan agama Islam.

Penyuluhan itu dilakukan, terang Kamaruddin, di antaranya melalui standardisasi kompetensi kepenyuluhan agama Islam berbasis kurikulum moderasi beragama.

Selain itu, Kemenag juga akan menyediakan literasi digital yang mendukung peningkatan kualitas para pemuka agama, di antaranya melalui para khatib Jumat.

Kemenag juga telah menyiapkan naskah-naskah khutbah Jumat gratis, termasuk naskah khusus untuk disampaikan kepada generasi millenial sebagai bagian penting dari struktur sosial saat ini.

Perhatian terhadap hal ini menjadi bagian dari program besar moderasi beragama. Dalam misi besar ini, berbagai cara telah ditempuh Kemenag belakangan ini, termasuk pembaruan buku-buku ajar, pembinaan penceramah berwawasan kebangsaan, pembentukan Pokja Moderasi Beragama, dan penyusunan buku Moderasi Beragama - tukas Kamaruddin.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0