Jokowi Minta Libur Panjang Dipangkas, PHRI: Merugikan!

Meski begitu PHRI Jabar meminta para pelaku usaha maklum dengan kebijakan itu
Mochammad Rizki - Nasional,Selasa, 24-11-2020 23:05 WIB
Jokowi Minta Libur Panjang Dipangkas, PHRI: Merugikan!
Masyarakat yang berlibur semasa pandemi Covid-19. (Antara)

Jakarta, Nusantaratv.com - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat Herman Muchtar memperkirakan, dampak dari wacana pemangkasan libur panjang atau cuti bersama Desember akhir tahun 2020 bakal merugikan para pelaku usaha di sektor pariwisata, termasuk hotel serta restoran.

"Jelas pemangkasan akhir tahun bagi pariwisata memang dampaknya cukup besar, sebenarnya di sektor pariwisata mengharapkan pada libur akhir tahun yang sudah direncanakan oleh sebagian besar masyarakat yang ingin berwisata, khususnya ke Jawa Barat. Jelas itu merugikan dari dampak kunjungan wisatawan," kata Herman, Selasa (24/11/2020).
 
Menurut Muchtar, para pelaku usaha hotel mengharapkan tingkat okupansi di kawasan tempat tujuan wisata bisa mencapai 70 sampai 75 persen.

"Harapan kita rata-rata segitu, walau pun itu tidak sama semua, ada hotel yang 100 persen, ada juga hotel yang 20 persen, yang tidak terpengaruh dengan hari libur, tergantung daerah," tuturnya. 

Ia mengungkapkan, hotel-hotel di wilayah Bandung, Bogor, Depok, Cirebon, Kuningan, Subang, Bandung Barat, Cianjur cukup tinggi pada masa liburan.

Meski begitu, ada beberapa hotel yang memiliki tingkat okupansi sedang atau tak terpengaruh pada musim liburan.

"Seperti Indramayu, Majalengka, Sumedang, Cimahi itu kan sedang kalau bicara rata-rata. Tapi ya kembali lagi, yang menentukan itu kan pemerintah, karena pemerintah menyatakan ada pemotongan pemangkasan libur akhir tahun, maka okupansi akan turun," papar dia. 

Kendati begitu, Herman meminta agar para pelaku usaha di sektor tersebut bisa memaklumi dengan situasi pandemi Covid-19. Apalagi ditengarai, dampak dari libur panjang pada bulan lalu menjadi salah satu penyebab bertambahnya angka kasus baru Covid-19.

"Kepada kawan-kawan, kita harus bisa memahami bahwa pemerintah pun tidak menginginkan hal seperti itu, tapi karena Covid-19 ini, belum ada titik puncak, belum turun dan landai, itu kita harus bisa memahami dengan sikap pemerintah itu," jelasnya. 

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi arahan perihal libur panjang akhir tahun ini agar dibahas secara khusus. Usai rapat, Menko PMK Muhadjir Effendy memaparkan hasilnya. Muhadjir mengatakan Jokowi meminta ada pengurangan libur tapi belum merinci berapa jumlah pengurangannya.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0