Jokowi Luruskan Hoax UU Ciptaker, Buruh: Belum Buat Tenang

Menurut KSPI pernyataan Jokowi belum menenangkan buruh
Mochammad Rizki - Nasional,Sabtu, 10-10-2020 13:30 WIB
Jokowi Luruskan Hoax UU Ciptaker, Buruh: Belum Buat Tenang
Demo buruh KSPI. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara menyikapi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). Sejumlah hal diluruskan dan dijelaskan. 

Menurut Ketua Departemen Komunikasi dan Media KSPI, Kahar S Cahyo, persoalan omnibus law bisa selesai apabila telah ada draf final.

Baca juga: Ironi UU Cipta Kerja: Penolaknya Justru Calon Pencari Kerja 

"Masalah ini akan selesai kalau kemudian draf final itu yang dibilang Bukhori (Anggota Baleg DPR dari F-PKS) itu dipublikasikan, disampaikan," ujar Kahar dalam diskusi daring Polemik Trijaya bertajuk 'Pro Kontra UU Cipta Kerja', Sabtu (10/10/2020).

Kahar menilai, pernyataan Jokowi kala menjelaskan hoax UU Ciptaker belum membuat serikat buruh tenang. Karena, serikat buruh masih merujuk pada salinan draf yang diperoleh ketika pembahasan panitia kerja (panja) RUU Ciptaker.

"Sebenarnya belum membuat kami tenang ya, karena memang acuan kami adalah hasil pembahasan di panja, draf-draf yang kami dapatkan termaksud draf awalnya, yang kami pertama kami beri masukan melalui tim yang saya sebutkan tadi," papar Kahar.

Kahar mengakui UU Ciptaker masih memuat aturan cuti haid dan cuti lainnya. Tapi, kata dia ada persyaratan di UU yang menurutnya mengecilkan hak buruh. 

"Misalnya cuti, cuti haid, dan dan lain-lain itu memang masih ada di UU existing-nya tapi persoalan mendasar nya adalah misalnya upah cuti panjang," jelas Kahar.

"Perubahan-perubahan ini sebenarnya yang kami kritisi memang cutinya masih ada tetapi ada persyaratan ada yang direduksi menjadi permasalahan dari kawan-kawan buruh," sambung dia.

Sebelumnya, Jokowi menyebut adanya disinformasi dan hoax yang disebar mengenai UU Ciptaker. Akibatnya, demonstrasi menolak regulasi itu terjadi.

"Saya melihat adanya unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja yang pada dasarnya dilatarbelakangi oleh disinformasi mengenai substansi dari undang-undang ini dan hoax di media sosial," ujar Jokowi dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (9/10/2020).

Jokowi pun meluruskan informasi mengenai penghapusan cuti bagi pekerja, yang menurutnya hoax belaka.

"Kemudian adanya kabar yang menyebutkan semua cuti, cuti sakit, cuti kawinan, cuti khitanan, cuti baptis, cuti kematian, cuti melahirkan dihapuskan dan tidak ada kompensasinya. Saya tegaskan ini juga tidak benar, hak cuti tetap ada dan dijamin," papar Jokowi.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0