Ini Kronologi Kaburnya Ambulans dari Kepungan Brimob

Penumpang menyebut ambulans bukan untuk keperluan medis
Mochammad Rizki - Nasional,Rabu, 14-10-2020 16:08 WIB
Ini Kronologi Kaburnya Ambulans dari Kepungan Brimob
Ambulans yang melarikan diri.

Jakarta, Nusantaratv.com - Polisi menjelaskan kronologi kaburnya ambulans saat hendak diperiksa Brimob di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2020). 

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus peristiwa bermula saat petugas merazia tiga rangkaian kendaraan. 

Baca juga: Polisi Tangkap Sopir Ambulans yang Kabur Saat Diperiksa Brimob 

"Kita ketahui bersama ada viral di media sosial, ada ambulans yang dikejar petugas pada saat ada terjadi demo di Menteng. Saya jelaskan memang betul pada saat itu ada tiga rangkaian. Pertama, adalah ada rangkaian sepeda motor, kemudian ambulans, dan satu lagi ada ambulans lagi," ujar Yusri di Mapolda Metro Jaya, Rabu (14/10/2020). 

Kala dirazia, imbuh Yusri, dua rangkaian awal, yakni sepeda motor serta ambulans pertama, berhenti serta bersedia diperiksa polisi. Tapi, ambulans yang berada di rangkaian terakhir mencoba melarikan diri ketika ingin diperiksa petugas. 

"Tetapi rangkaian ketiga, yakni satu ambulans, pada saat diberhentikan coba melarikan diri. Kita ketahui ada empat orang di ambulans itu dan coba melarikan diri dengan mundur dan nyaris menabrak petugas," tutur Yusri.

Menurut Yusri, sopir ambulans itu dua kali memacu kecepatan kendaraan guna melarikan diri dan nyaris menabrak petugas. 

"Ambulans itu mundur, terus diberhentikan lagi. Berhenti sejenak dan tiba-tiba maju lagi, hampir menabrak petugas. Ini masih didalami oleh petugas penyidik," jelas Yusri.

Ketika ambulans kabur, salah seorang penumpang berinisial N melompat keluar. N akhirnya diamankan polisi.

Polisi lalu melakukan pencarian terhadap ambulans, hingga akhirnya didapati. 

"Malam kita temukan ambulans dan orangnya di Taman Ismail Marzuki. Kita amankan sekarang ke Polda, yang 1 loncat dan sisanya tiga. Jadi ada empat (orang diamankan),"  jelas Yusri.

Polisi pun memeriksa para penumpang guna penyelidikan lebih lanjut. Kepada polisi, N menyebut ambulans bukan untuk keperluan medis.

"Dia menyampaikan bahwa ambulans tersebut bukan untuk kesehatan, tapi untuk mengirimkan logistik dan indikasi batu untuk para pendemo. Ini keterangan masih kita dalami. Nanti silakan tunggu hasilnya seperti apa," tandasnya. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0