Ini 13,8 Juta Pekerja yang Dapat Bantuan Tunai Pemerintah

Rencana ini sedang dalam tahap akhir
Mochammad Rizki - Nasional,Kamis, 06-08-2020 12:48 WIB
Ini 13,8 Juta Pekerja yang Dapat Bantuan Tunai Pemerintah
Ilustrasi pekerja semasa pandemi. (Liputan6.com)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pemerintah berencana memberikan bantuan gaji tambahan kepada pekerja dengan pendapatan di bawah Rp 5 juta.

Mereka yang berhak adalah pekerja non PNS dan BUMN yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

"Sebanyak 13,8 juta pekerja non PNS dan BUMN yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran di bawah Rp 150 ribu per bulan atau setara dengan gaji di bawah Rp 5 juta per bulan akan mendapat bantuan sebesar Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan akan langsung diberikan per dua bulan," ujar Menteri BUMN Erick Thohir, dalam keterangannya, Kamis (6/8/2020). 

Baca juga: Sebanyak 116 Ribu Orang di RI Tertular Corona, 73 Ribu Sembuh 

Total 13,8 juta pekerja yang akan memperoleh bantuan langsung tunai (BLT) terkait pandemi Covid-19 ini.

Menurut Erick, stimulus ini sudah dalam tahap finalisasi. 

Rencananya, dana bantuan itu akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing pekerja, sehingga takkan terjadi penyalahgunaan.

Ditargetkan, program ini bisa dijalankan Kementerian Ketenagakerjaan mulai September 2020 mendatang.

Ia mengatakan, stimulus BLT ini diberikan dalam rangka pemulihan ekonomi di tengah wabah corona. 

Erick menuturkan, ada dua hal yang menjadi fokus pemerintah dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi.

Pertama, memberikan stimulus ekonomi yang manfaatnya nyata dirasakan masyarakat. Misalnya untuk masyarakat miskin berupa program bantuan sosial, dan dukungan kepada UMKM berupa subsidi bunga dan kredit.

Kedua, dilakukan percepatan penyerapan tenaga kerja melalui proyek-proyek padat karya. Upaya percepatan pemulihan ekonomi ini seiring dengan upaya kesehatan serta membangun rasa aman di tengah wabah. 

"Program pemulihan ekonomi yang dilaksanakan oleh pemerintah cukup banyak namun saling berkesinambungan, seperti bantuan sosial tunai, bantuan pangan non tunai, program keluarga harapan hingga penyaluran kredit di sektor UMKM," jelasnya.

Tapi, Erick menilai dibutuhkan waktu, data yang akurat dan koordinasi dengan banyak pihak, agar bantuan tersebut bisa tepat sasaran. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0