Hari Ini Buruh Kembali Kepung Istana, 3 Ormas Islam Siapkan 10 Ribu Massa Tolak UU Cipta Kerja

Selain DEN KSBI, Front Pembela Islam (FPI), Persaudaraan Alumni (PA) 212 bersama dengan GNPF Ulama juga berencana menggelar...
Raymond - Nasional,Senin, 12-10-2020 06:53 WIB
Hari Ini Buruh Kembali Kepung Istana, 3 Ormas Islam Siapkan 10 Ribu Massa Tolak UU Cipta Kerja

Nusantaratv.com - Dewan Eksekutif Nasional Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Nasional (DEN KSBSI) memastikan bahwa hari ini akan melakukan unjuk rasa terkait UU Cipta Kerja. dapun aksi akan digelar di depan Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Tak hanya sehari, bahkan DEN KSBSI ini akan melakukan aksi selama lima hari berturut-turut, mulai Senin hari ini hingga Jumat (16/10). 

Selain DEN KSBI, Front Pembela Islam (FPI), Persaudaraan Alumni (PA) 212 bersama dengan GNPF Ulama juga berencana menggelar aksi yang sama , yakni turun ke jalan, namun direncanakan pada Selasa (13/10) besok.

Dalam catatannya, KSBSI menuntur empat poin , mengapa UU Omnibus Law harus dicabur.

1. Sistem perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) tanpa batas.

2. Alih daya (outsourcing) diperluas tanpa limitasi jenis usaha. 

3. Upah dan pengupahan diturunkan.

4. penurunan besaran pesangon. Mereka mendesak Presiden Jokowi menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) guna mencabut Omnibus Law Cipta Kerja. Sementara, FPI, PA 212 bersama dengan GNPF Ulama berencana menggelar aksi turun ke jalan pada Selasa (13/10) nanti.

Tampaknya, apa yang menjadi tuntutan KSBSI tak jauh berbeda dengan yang dilakukan oleh mahasiswa dan pelajar ataupun aksi buruh sebelumnya.

Sementara itu, Wakil Sekjen PA 212 Novel Bamukmin membenarkan dan memastikan aksi tersebut, yang akan dilakukan pada hari ini.

Ia mengatakan, aksi bersama dilakukan oleh Anak NKRI yang di dalamnya ada FPI, PA 212, dan GNPF Ulama. “Benar, rencananya besok (12/10), aksi bersama Anak NKRI, dan kami bagian dari Anak NKRI,” ujarnya, kemarin di Jakarta.

Novel juga memperkirakan, bahwa setidaknya, nanti akan ada sepuluh ribu lebih massa yang bergerak, semua berasal dari berbagai wilayah di DKI Jakarta dan sekitarnya. 

“Perkiraan kurang lebih sekitar sepuluh ribuan, masing-masing daerah juga bergerak,” tutupnya.

 

 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0