Habib Rizieq Ajak Umat Muslim Hijrah ke Negara Berbasis Tauhid

Maka itu, revolusi akhlak di level sistem bagaimana kita menggandeng, kita hijrah ke sistem berbasis tauhid, berbasis sila...
Raymond - Nasional,Rabu, 02-12-2020 11:56 WIB
Habib Rizieq Ajak Umat Muslim Hijrah ke Negara Berbasis Tauhid
Habib Rizieq Shihab

Nusantaratv.com - Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) mengajak umat Muslim untuk menyerukan revolusi ahlak dan hijrah ke sistem negara berbasi tauhid. Ia menjelaskan, bahwa sistem tersebut sesuai dengan sila pertama dalam Pancasila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa.

"Maka itu, revolusi akhlak di level sistem bagaimana kita menggandeng, kita hijrah ke sistem berbasis tauhid, berbasis sila pertama Pancasila," kata Rizieq dalam Dialog Nasional Reuni Akbar 212 yang disiarkan Youtube Kaffah Channel, Rabu (2/12).

Adapun menurutnya, revolusi akhlak merupakan upaya untuk membawa perubahan. Dimana Revolusi Akhlak juga menjadi jargon yang berulang kali pihaknya gaungkan sejak kepulangannya dari Arab Saudi bulan lalu.

Ia mengatakan, bahwa ada beberapa tahapan dalam revolusi akhlak. Tahapan pertama adalah revolusi akhlak di tingkat individu, kemudian disusul perubahan di tingkat sistem.

Kemudian yakni perubahan dalam individu yang didorong melalui dakwah, nasihat serta diskusi. Sedangkan revolusi di tingkat sistem dilakukan dengan mengubah sistem negara dari sekularisme dan konsep negara yang terpisah dari agama--menjadi tauhid.

Selain itu. Rizieq juga ingin mengubah politik adu domba yang menurutnya kian marak dan membelah persatuan Indonesia. Ia mengatakan negara tidak bisa pilah-pilih kubu dalam menjalankan pemerintahan.

"Jadi nggak boleh lagi politik adu domba. Oh, ini golongan kritis nggak kami sukai, ini golongan asal bapak senang kita sukai. Nggak boleh itu. Nggak boleh hanya milik satu kelompok saja," tegasnya.

Rizieq menambahkan, bahwa perubahan sistem negara menjadi tauhid sesungguhnya sesuai dengan Pancasila. Menurut dia, pasal pertama yang menjunjung ketuhanan yang maha esa memiliki spirit akhlak yang diajarkan nabi.

Sementara itu terkait pasal kedua, pasal ketiga dan keempat. Ia mengatakan kemanusiaan yang adil dan beradab juga berlaku untuk seluruh jemaat dan santri. Pria kelahiran Jakarta itu menyebut Pancasila sebagai warisan ulama.

"Tidak salah kita gaungkan bahwa Pancasila warisan ulama. Makanya jangan dibentur-benturkan Pancasila dengan ajaran Islam. Bahkan Pancasila menjadi konsensus nasional antara para pendiri bangsa Indonesia dari semua pendiri agama," tutupnya.

 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0