Gak Terima Didakwa Palsukan Surat Jalan, Djoko Tjandra Ajukan Eksepsi

Setelah kami berdiskusi kemarin, kami akan mengajukan keberatan atau eksepsi satu minggu ke depan
Raymond - Nasional,Selasa, 13-10-2020 14:44 WIB
Gak Terima Didakwa Palsukan Surat Jalan, Djoko Tjandra Ajukan Eksepsi

Nusantaratv.com - Kuasa hukum Djoko Tjandra, yakni Soesilo Aribowo memastikan, bahwa kliennya merasa keberatan dengan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) yang menyebut adanya pembuatan surat jalan hingga surat kesehatan palsu untuk masuk wilayah Indonesia.

"Setelah kami berdiskusi kemarin, kami akan mengajukan keberatan atau eksepsi satu minggu ke depan," tegasnya, hari ini usai mendengarkan dakwaan jaksa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (13/10/2020). 

Kendati demikian, ia enggan menjelaskan poin apa saja yang dirasa keberatan atas dakwaan Jaksa. Karena hal tersebut bakal diungkapkan dalam nota eksepsi.

"Eksepsi itu adalah keberatan yang poin-poinnya nanti lah tentunya ketika eksepsi kami ajukan," tutupnya singkat.

Diketahui sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum mendakwa Djoko Soegiarto Tjandra memalsukan surat untuk beberapa hal. Di antaranya surat jalan, surat hasil rapid test hingga surat keterangan kesehatan yang digunakan sebagai syarat dokumen perjalanan Djoko Tjandra ke Jakarta untuk melakukan upaya peninjauan kembali atas perkara pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali.

"Telah melakukan, menyuruh melakukan dan turut serta melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut, membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan utang atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak palsu jika pemakaian surat itu dapat menimbulkan kerugian," ujar Jaksa penuntut umum saat membacakan dakwaannya di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Dimana Jaksa juga mengungkapkan kegiatan memalsukan surat ini bermula November 2019, Djoko Tjandra yang saat itu berstatus buron cessie Bank Bali berkenalan dengan Anita Dewi Kolopaking di kantor Exchange lantai 106, Kuala Lumpur, Malaysia. Djoko meminta Anita Kolopaking sebagai kuasa hukumnya dalam mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung Nomor 12PK/Pid.Sus/2009 tanggal 11 Juni 2009.

"Saat itu, saksi Anita Dewi Kolopaking menyetujui, untuk itu dibuatlah surat kuasa khusus tertanggal 19 November 2019," tegas Jaksa saat itu.

Kemudian pada April 2020, Anita mendaftarkan PK Djoko Tjandra ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Namun, PK ditolak karena mewajibkan Djoko Tjandra untuk hadir karena keputusan merujuk pada Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 1 tahun 2012.

"Maka terdakwa Djoko Soegiarto Tjandra meminta saksi Anita Dewi A. Kolopaking untuk mengatur segala urusan termasuk mengatur kedatangan dan segala sesuatu di Jakarta dan juga mengatur segala urusan penjemputan dan pengantaran di Indonesia," jelas jaksa.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0