Eijkman: Libur Ditiadakan Bukan 'Obat' Corona

Menurut Amin yang penting masyarakat menerapkan protokol kesehatan
Mochammad Rizki - Nasional,Selasa, 24-11-2020 23:50 WIB
Eijkman: Libur Ditiadakan Bukan 'Obat' Corona
Presiden Jokowi. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio, menyebut meniadakan libur panjang akhir tahun bukan 'obat' dari pandemi Covid-19. 

Pernyataan Amin menyikapi rencana pemerintah memangkas libur akhir tahun untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Apakah libur harus ditiadakan? Kalau menurut pendapat saya itu bukan 'obat'-nya. Obat yang paling penting adalah itu tadi, semua masyarakat menyadari," ujar Amin dalam sebuah diskusi virtual, Selasa (24/11/2020). 

Menurut Amin, masyarakat sesungguhnya bisa saja berpergian di libur panjang akhir tahun. Namun, ia meminta setiap menjalani aktivitas, masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Mau melakukan kegiatan apapun silakan, tetapi protokol kesehatan dilakukan, harus dipatuhi, bahkan setelah ada vaksin protokol kesehatan tetap harus dilakukan," tuturnya. 

Amin mengatakan, libur panjang yang akan menyebabkan kegiatan masyarakat di luar rumah bisa terjadi kapanpun. Oleh sebab itu, penting bagi pemerintah dan seluruh elemen untuk tetap menyadarkan masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

Karena menurutnya, berdasarkan hasil survei menyatakan bahwa masih ada sekitar 30 persen masyarakat Indonesia yang masih tidak mempercayai virus corona.

"Yang sebetulnya harus kita tingkatkan adalah kesadaran masyarakat keseluruhannya, artinya kalau kita bicara masyarakat, jangan dianggap masyarakat menengah ke bawah saja, tapi menengah ke atas juga harus dilibatkan, karena ada sekitar 30 persenan yang masih anggap atau percaya bahwa Covid tidak ada," jelasnya. 

"Selama mereka belum percaya bahwa Covid ini ada, maka mereka akan sulit sekali diajak untuk bersama-sama mencegah penularan," imbuhnya. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar libur dan cuti bersama jelang Natal dan tahun baru dipangkas. Hal ini terkait potensi penyebaran virus corona di DKI.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0