Digitalisasi Sekolah Telan Rp3 Triliun, Pemerintah Terlalu Terburu-buru

Peningkatan Kualitas SDM Terutama Guru dan Tenaga Kependidikan Menjadi Keniscayaan untuk Diprioritaskan.
Adiantoro - Nasional,Selasa, 10-11-2020 08:15 WIB
Digitalisasi Sekolah Telan Rp3 Triliun, Pemerintah Terlalu Terburu-buru
Ilustrasi. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pemerintah bakal melakukan digitalisasi sekolah pada 2021. Proyek ini menelan anggaran Rp3 triliun.

Digitalisasi sekolah yang diproyeksikan untuk daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T) itu dinilai terlalu terburu-buru. Pasalnya, akses di wilayah 3T tersebut belum terjangkau internet.

Wilayah 3T belum ter-cover penuh jaringan internet. Sedangkan SDM guru kita juga masih belum siap. Harusnya selesaikan PR ini dulu - ucap Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih dalam keterangannya, Selasa (10/11/2020).

Disebutkan jika proyek digitalisasi sekolah di wilayah 3T ini rencananya dengan melakukan pengadaan laptop, proyektor, dan perangkat teknologi informasi (TIK).

Menurutnya, proyek itu selain belum matang juga tidak tepat sasaran. Terlebih, data pemerintah menunjukkan wilayah 3T masih sulit dijangkau sinyal.

Fikri mengatakan bila Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebut akses internet masih belum bisa diakses 100 persen di wilayah 3T.

Baru setengah dari total desa di wilayah 3T yang terjangkau jaringan 4G - ungkapnya. 

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu merujuk pada data Kominfo 2020. Disebutkan infrastruktur 4G yang dibangun telah mencapai 83.218 desa/kelurahan di seluruh Indonesia. Namun, dari 20.341 desa di wilayah 3T, masih ada 9.113 desa lainnya yang belum terselimuti jaringan 4G.

Fikri menegaskan bila jaringan internet tidak dibenahi terlebih dahulu, maka bantuan laptop hanya akan menjadi barang pajangan mewah di sekolah.

Surveinya, kan, 60 persen guru masih gagap teknologi informasi. Perkembangan sekarang kita belum tahu, apakah masih sama atau ada perkembangan - imbuhnya.

Selain itu, dia juga mengutip data Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom), Kemendikbud pada akhir 2018.

Survei itu menyebut, dari total guru yang ada di Indonesia, baru 40 persen yang melek teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Selebihnya, 60 persen guru masih gagap dengan kemajuan di era digital ini.

Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), terutama guru dan tenaga kependidikan menjadi keniscayaan untuk diprioritaskan. Apalagi di masa pandemi covid-19 seperti saat ini, kreatifitas dan kualitas pendidik benar-benar diuji untuk menjamin kegiatan belajar mengajar tetap kondusif secara virtual.

Dengan demikian, setiap program pendidikan nasional, lanjut Fikri, semestinya memperhatikan kondisi kelokalan yang menjadi sasaran. 

Mas Mentri ini nampaknya kurang dapat dukungan data yang cukup. Sebaiknya walaupun think globally, tapi harus tetap act locally sesuai data lapangan yang bahkan sudah tersedia dan telah dirilis oleh Kemendikbud sendiri - tukas Fikri.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0