Colek Habib Rizieq, Nikita Mirzani Ditawarkan Perlindungan

Nikita Mirzani Diminta untuk Mengajukan Permohonan Kepada LPSK Terlebih Dahulu.
Adiantoro - Nasional,Sabtu, 14-11-2020 14:40 WIB
Colek Habib Rizieq, Nikita Mirzani Ditawarkan Perlindungan
Nikita Mirzani. (Instagram @nikitamirzanimawardi_17)

Jakarta, Nusantaratv.com - Aktris kontroversial Nikita Mirzani mendapatkan tawaran perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). 

Mantan istri Sajad Ukra itu diancam ratusan laskar pembela ulama pendukung Habib Rizieq Shihab dan Ustadz Maaher At-Thuwailibi. Anacaman itu datang setelah Nikita Mirzani mengkritikk kepulangan Habib Rizieq yang membuat kemacetan di banyak ruas jalan Ibukota pada Selasa (10/11/2020).

Pernyataan aktris sekaligus model berusia 34 tahun itu disampaikan saat dirinya membuka sesi live di akun Instagram pribadinya. Unggahan ini lantas membuat warganet ramai di media sosial.

Gara-gara Habib Rizieq sekarang pulang ke Jakarta, penjemputannya gila-gilaan. Nama habib itu adalah tukang obat. Nah nanti banyak antek-anteknya mulai nih ya. Hmmmm enggak takut juga gue - kata Nikita Mirzani di 14 detik pertama video yang diunggah akun @Darkah__Back.

Menyikapi ancaman terhadap Nikita Mirzani, Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi, mengatakan pihaknya siap memberikan perlindungan, namun dia meminta janda tiga anak itu untuk mengajukan permohonan kepada LPSK terlebih dahulu.

Baca Juga: HRS Gelar Dua Hajat Besar, Umat Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

Siap memberikan perlindungan bila memang dibutuhkan. LPSK meminta yang bersangkutan untuk mengajukan permohonan ke LPSK. Nanti kita telaah bagaimana posisi kasusnya - terang Edwin dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/11/2020).

LPSK, lanjut dia, menyayangkan apabila para simpatisan Habib Rizieq benar melakukan pengepungan rumah Nikita Mirzani. Dia meyebut jika narasi intimidatif dan tindakan main hakim sendiri sebaiknya dihindari. 

Apabila memang ada hukum yang dilanggar pihak lain, LPSK menyarankan menggunakan cara yang lebih bijak yakni membawanya ke kepolisian untuk diproses secara hukum - jelasnya.

Terlepas dari itu semua, Edwin juga mengimbau agar semua pihak lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapatnya di ruang publik.

Kebebasan berpendapat juga dibatasi oleh aturan, sehingga dalam mengemukakan statement ke media sosial, tidak boleh serta merta melakukan penghinaan dan ujaran kebencian, apalagi bila bersinggung dengan topik yang sangat sensitif saat ini seperti SARA - tukas Edwin.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0