Cegah Manipulasi Angka Kasus Covid-19, Luhut Lakukan Ini..

Luhut pun ingin penerapan protokol kesehatan menjadi kewajiban
Mochammad Rizki - Nasional,Rabu, 16-09-2020 09:15 WIB
Cegah Manipulasi Angka Kasus Covid-19, Luhut Lakukan Ini..
Luhut Binsar Pandjaitan. (Ist)

Jakarta, Nusantaratv.com - Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan meminta Kementerian Kesehatan RI dan dinas kesehatan melakukan sinkronisasi data kasus Covid-19. Upaya ini guna mencegah manipulasi data.

"Saya juga memandang pentingnya sinkronisasi data antara Kemenkes dan Dinas Kesehatan di beberapa daerah sehingga tidak ada manipulasi angka di lapangan," ujar Luhut lewat akun Instagram-nya, @luhut.pandjaitan, dikutip Rabu (15/9/2020).

Baca juga: Hari Kedua PSBB Total, Ini Tambahan Kasus Covid-19 DKI 

Luhut ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menangani kasus Covid-19 di sembilan provinsi. Ia ditugaskan menekan angka kasus corona di Tanah Air selama dua minggu.

Menurut Luhut, penurunan dalam waktu dua minggu bisa berhasil apabila pimpinan daerah tak segan ambil kebijakan tegas. Ia meminta adanya tindakan keras guna mendisiplinkan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan.

"Saya ingin seluruh pimpinan daerah tidak segan mengambil kebijakan dan tindakan yang tegas dan keras untuk mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan, guna mencegah jumlah kasus yg terus bertambah," tuturnya.

Luhut juga meminta setiap daerah, terutama sembilan provinsi, untuk mengkaji peraturan PSBB secara ketat. Sehingga tak ada keramaian di tengah masyarakat.

"Sehingga tidak ada kegiatan yang melibatkan keramaian dan melakukan pembubaran kerumunan pada jam waktu tertentu. Saya tak henti-hentinya mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia untuk lebih disiplin dalam mencuci tangan, memakai masker, dan menjauhi kerumunan," jelasnya.

Ia juga mengingatkan kepada seluruh pihak, bahwa protokol kesehatan kini bukan lagi sebagai imbauan, tapi kewajiban. 

"Ini sebuah kewajiban yang harus diterapkan selama beberapa bulan ke depan," tandasnya.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0