Berawal dari Rokok, Ini Penyebab Kebakaran Gedung Kejagung Cepat Meluas

Peristiwa bermula dari pekerja yang merokok
Mochammad Rizki - Nasional,Jumat, 23-10-2020 16:11 WIB
Berawal dari Rokok, Ini Penyebab Kebakaran Gedung Kejagung Cepat Meluas
Konferensi pers polisi terkait kasus kebakaran gedung Kejagung.

Jakarta, Nusantaratv.com - Polisi menjelaskan awal mula penyebab kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. 

Peristiwa itu bermula dari pekerja renovasi kantor tersebut, yang merokok. 

Mereka merokok di lantai VI gedung kepegawaian Kejagung.

Nyala api terbuka atau open flame tersebut, kemudian cepat menyebar karena adanya penggunaan pembersih lantai yang bahannya mudah terbakar 

Pembersih lantai tersebut ada di setiap lantai gedung itu.

"Kemudian kenapa api bisa menjalar ke seluruh gedung? Dari hasil pemeriksaan dan penyidikan dan olah TKP puslabfor dan ahli kebakaran, ternyata di gedung Kejaksaan Agung itu menggunakan alat pembersih yang tidak sesuai ketentuan," ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdy Sambo dalam konferensi pers, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (23/10/2020).

Sambo mengungkapkan, bahan pembersih tersebut adalah minyak lobi. Bahan itu ada setiap lantai, karena digunakan oleh petugas cleaning service untuk membersihkan gedung. 

"Di mana ada minyak lobi yang biasa digunakan oleh cleaning service di setiap gedung setiap lantai untuk lakukan pembersihan," jelas Sambo.

Minyak lobi ini mengandung bahan-bahan yang mudah terbakar, yakni solar dan tiner. Hal ini terbukti dari ditemukannya bekas solar dan tiner di setiap lantai gedung Kejagung yang terbakar.

"Setelah Puslabfor lakukan pengecekan temuan-temuan adanya fraksi solar dan tiner di setiap lantai, kemudian kita selidiki dari mana barang berasal, dari situ kita bisa simpulkan bahwa yang mempercepat atau akseleran penjalaran api di gedung kejaksaan itu adalah adanya penggunaan minyak lobi atau alat pembersih lobi yang bermerek Top Cleaner," papar Sambo.

Kapuslabfor Polri Brigjen Haydar, menjelaskan mengapa api menyebar dari lantai atas hingga ke bawah. Hal ini, kata dia diakibatkan oleh akseleran jenis ACP yang berada di setiap lantai.

"Kami juga temukan kok bisa sifat api kan dari bawah ke atas kok bisa dari atas ke bawah? kebetulan Kejagung itu menggunakan akseleran ACP ACP, dan ACP ACP ini merupakan akseleran yang dari api atas turun ke lantai 5, turun ke lantai 4, dan pola pola api tampak sekali penjalaran itu dan masuk ke setiap setiap lorong, pola api tampak sekali dan yang mengawali dari lantai 6," jelasnya.

Di samping itu, kata Haydar gedung Kejagung juga berisi ornamen-ornamen kayu dan kertas sehingga turut mempercepat penyebaran api.

"Karena kandungan yang ada juga bahan yang mengandung kayu dan keramik, dan gedung itu berisi ornamen kayu dan kertas yang ada di dalam," jelasnya. 

Total delapan orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Enam di antaranya pegawai yang merokok, satu bos perusahaan penyedia pembersih lantai dan satu pejabat pembuat komitmen Kejagung. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0