Belum Ada Draf Final UU Cipta Kerja, Agus Yudhoyono: Bikin Chaos Informasi di Masyarakat

Penolakan Partai Demokrat Terhadap UU Ciptaker untuk Menjaga Negara Agar Tidak Salah Langkah.
Adiantoro - Nasional,Selasa, 13-10-2020 13:48 WIB
Belum Ada Draf Final UU Cipta Kerja, Agus Yudhoyono: Bikin Chaos Informasi di Masyarakat
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

Jakarta, Nusantaratv.com - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti isi draf Undang-Undang (UU) Cipta Kerja (Ciptaker) yang dikabarkan berubah-ubah. Dia menyebut informasi terkait hal ini juga dibenarkan anggota fraksi partai politik (parpol) lainnya.

Menurut @FPD_DPR, draf final yang seyogianya ditandatangani saat pengambilan keputusan tingkat I (Baleg) dan selanjutnya dibagikan kepada anggota DPR saat pengambilan keputusan tingkat II (Paripurna), ternyata tidak dilakukan. Informasi ini juga dibenarkan anggota fraksi dari parpol lainnya - ujar AHY di akun media sosial Twitter pribadinya @AgusYudhoyono, yang dikutip Nusantaratv.com, Selasa (13/10/2020).

Lebih lanjut, dia menjelaskan tidak adanya kejelasan mengenai draf final RUU Ciptaker membuat 'chaos informasi' di masyarakat. 

Antar Pemerintah atau aparat dan masyarakat saling tuding menyebarkan hoax, padahal rujukan 'kebenaran informasi' itu pun belum ada. Jadi, bagaimana kita menganggap berita yang beredar itu hoax atau bukan? - tambahnya.

Saya khawatir kita tenggelam dalam perang informasi dan perang hoax. Termasuk ada 'akun bodong' yang menyerang diri saya pribadi dan @PDemokrat hanya karena kami berbeda pendapat. Disebar hoax, bahwa saya mendalangi demo UU Ciptaker - ucap putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Kristiani Herrawati (Almh) itu. 

Baca Juga: Semrawut UU Cipta Kerja, Ini Pernyataan Tegas Rizal Ramli ke Jokowi

Dia menilai masyarakat sudah cerdas, sehingga tuduhan tersebut dibantah oleh berbagai elemen masyarakat yang melakukan penolakan UU Ciptaker.

Saya tegaskan, tuduhan tak berdasar itu sangat menyakiti hati nurani rakyat, yang memang sungguh-sungguh ingin berjuang untuk kehidupannya yang lebih baik - tegas AHY.

Ayah satu anak itu menyebut Indonesia merupakan negara demokrasi. Dengan demikian, harus menghargai perbedaan pandangan dan pendapat. Penolakan Partai Demokrat terhadap UU Ciptaker, dilakukan justru untuk menjaga negara ini agar tidak salah langkah. Sebagaimana penolakan Partai Demokrat terhadap RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila).

Sikap @PDemokrat yang mendukung UU Nomor 2 Tahun 2020 tentang penanganan pandemi dan penyelamatan ekonomi, adalah contoh sikap kami yang tidak asal berbeda dengan pemerintah. Ada kalanya kami menolak, ada kalanya kami mendukung. Semangat kami berlandaskan pada kepentingan rakyat, bangsa dan negara - imbuhnya.

Ke depan, ungkap suami dari Anissa Pohan itu, pihaknya mendorong pemerintah untuk melakukan pengelolaan informasi dan komunikasi dengan sebaik-baiknya. Bukan hanya kepada apa yang pemerintah ingin sampaikan, tapi juga harus berorientasi pada informasi apa yang ingin didengar dan dibutuhkan masyarakat sehingga komunikasi berlangsung dua arah.

Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya secara tertib. Jangan terprovokasi dan jangan bertindak anarkis. Patuhi juga protokol kesehatan yang berlaku saat ini. Utamakan keselamatan diri masing-masing dari bahaya pandemi Covid-19 - cetus AHY.

Kami juga dorong pemerintah untuk dengarkan aspirasi masyarakat lewat upaya dialog dan buka saluran komunikasi yang lebih baik. Bukan hanya kepada pihak yang dukung UU Ciptaker, tapa juga kepada pihak yang tolak UU Ciptaker. Saya yakin, semangat kita sama, inginkan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan - tukas jebolan Akademi Militer (2000) itu.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0