Bareskrim Ungkap 104 Kasus Hoaks, Polda Metro Jaya Terbanyak

Hoaks dan Provokasi Bisa Memecah Belah Persatuan Bangsa Indonesia.
Adiantoro - Nasional,Selasa, 24-11-2020 10:10 WIB
Bareskrim Ungkap 104 Kasus Hoaks, Polda Metro Jaya Terbanyak
Ilustrasi. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Polri berhasil mengungkap 104 kasus hoaks selama pandemi virus corona (Covid-19). Wilayah terbanyak terjadi hoaks terkait covid-19, yakni Polda Metro Jaya dengan 14 kasus dan Polda Jatim dengan 12 kasus.

Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen. Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo mengatakan, kasus berita palsu ini diungkap karena merugikan dan meresahkan masyarakat.

Hoaks dan provokasi bisa memecah belah persatuan Bangsa Indonesia. Sehingga diperlukan kesadaran bersama untuk mencegah hal itu terjadi. Karena masyarakat yang dirugikan - ujar Kabareskrim, Senin (23/11/2020), dilansir dari laman NTMCPolri.

Dia merinci, dari 104 kasus tersebut paling banyak ditangani Polda Metro Jaya yakni 14 kasus, disusul Polda Jawa Timur 12 kasus hoaks. Selanjutnya Polda Riau 9 kasus, Polda Jawa Barat 7 kasus, lalu Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim 6 kasus. Kasus-kasus hoaks lainnya tersebut di sejumlah Polda dengan jumlah bervariasi.

Sementara itu, sebanyak 104 tersangka ditetapkan dalam kasus-kasus berita bohong tersebut. Para tersangka dijerat dengan Pasal 28 Juncto Pasal 45 Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta Pasal 14 Junco Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 dan Pasal 16 UU Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Listyo menyebut terdapat sejumlah kasus menonjol di luar penyebaran informasi palsu yang diungkap oleh Bareskrim.

Misalnya, dugaan provokasi yang menyebabkan kerusuhan dalam demo tolak UU Cipta Kerja Omnibus Law. Dalam hal ini, Bareskrim menetapkan sembilan orang sebagai tersangka - terang Mantan Kadiv Propam Polri itu.

Selanjutnya, yakni kasus penghinaan terhadap Nahdlatul Ulama (NU) melalui kanal YouTube oleh Sugi Nur Rahardja (Gus Nur) yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Lalu, kasus ujaran kebencian Ruslan Buton yang kini sedang dalam persidangan.

Sedangkan beberapa dari kasus menonjol tersebut saat ini ada yang masih dalam proses penyidikan dan di antaranya sudah dinyatakan lengkap atau P21.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0