Bantu Mahasiswa, TNI Bantah Cari Popularitas di Demo UU Ciptaker

Hal ini ia tegaskan menyikapi sebuah video yang viral
Mochammad Rizki - Nasional,Jumat, 09-10-2020 18:49 WIB
Bantu Mahasiswa, TNI Bantah Cari Popularitas di Demo UU Ciptaker
Pangdam Jaya. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman menegaskan, TNI tak mencari popularitas di tengah unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) di Jakarta, Kamis (8/10/2020).

TNI menurutnya mendukung penuh upaya kepolisian dalam mengamankan aksi tersebut. 

Sikap ini ia pastikan, saat mengklarifikasi video viral anggota TNI yang dinarasikan memberikan tameng kepada mahasiswa yang berunjuk rasa.

Baca juga: Tak Hanya Baku Hantam, Polisi dan Pendemo Juga Bisa Saling Mengasihi 

Dudung memastikan tak ada prajurit TNI yang memberikan tameng ke pendemo.

"Para mahasiswa kesulitan untuk pulang malam itu akan pulang ke Pamulang sehingga disampaikan oleh Pak Gubernur kemudian nanti akan diantar ke Pamulang. Nah saat itu ada kendaraan Marinir kebetulan yang standby di situ. Akhirnya diminta tolong mengangkut mahasiswa yang akan kembali ke Pamulang," ujar Dudung, Jumat (9/10/2020).

Menurut Dudung, di dalam truk memang terdapat tameng-tameng. Tapi, karena truk bakal digunakan untuk mengantar mahasiswa, tameng tersebut dikeluarkan satu per satu oleh anggota dan dibantu para mahasiswa.

"Sehingga tameng itu diturunkan oleh anggota. Dan mahasiswa itu membantu menurunkan untuk dipindahkan ke kendaraan lainnya, bukan berarti kemudian memberikan tameng pada mahasiswa. Tapi tameng itu dipindahkan bergotong-royong karena truk itu akan dibawa untuk mahasiswa yang ke Pamulang," papar dia. 

Atas itu ia menegaskan TNI tak tengah mencari popularitas. Terlebih, pihaknya sempat mengadang massa yang hendak merangsek ke Istana Negara.

"Kami dari TNI mendukung penuh kita dengan tugas-tugas kepolisian tak ada kita untuk mencari popularitas dan sebagainya, kemarin pun ada para mahasiswa yang akan mendekati Monas kemudian kita halau mereka menyampaikan, 'Kami aksi damai'. Saya lihat ada dari beberapa perguruan tinggi dan saya lihat juga betul-betul ingin aksi damai, namun ada permintaan yang tidak saya penuhi mereka akan ke Istana. Saya bilang kalau memang mau aksi damai silakan, kemudian orasi, apa yang dia sampaikan tetap kita fasilitasi, dan bahkan setelah itu berkumandang adzan Maghrib mereka salat dan minta saya untuk pimpin sebagai imam ya kita laksanakan," tandas Dudung.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0