Alamak, Indonesia 10 Besar Negara dengan Utang Terbesar di Dunia

Indonesia berada di peringkat enam negara pengutang terbesar di dunia.
Alamsyah - Nasional,Rabu, 14-10-2020 06:10 WIB
Alamak, Indonesia 10 Besar Negara dengan Utang Terbesar di Dunia
Salah satu perkampungan padat

Jakarta, Nusantaratv.com - Bank Dunia dalam laporan Statistik Utang Internasional (IDS) membeberkan data terbaru bahwa Indonesia berada pada peringkat keenam sebagai negara yang banyak utang.

Dengan mengecualikan Cina, negara-negara yang memiliki utang luar negeri lebih banyak dari Indonesia adalah Brasil, India, Meksiko, Rusia dan Turki.

IDS menyajikan gambaran sisa dan aliran utang luar negeri 120 negara berpenghasilan rendah dan menengah pada 2019. Secara keseluruhan, total utang luar negeri mereka pada akhir 2019 mencapai 8 triliun dolar AS atau tumbuh 5,4 persen, tingkat kecepatan yang sama seperti tahun sebelumnya.

Khusus untuk Indonesia, utang luar negeri mengalami pertumbuhan secara bertahap sejak 2009. Apabila dibandingkan 2018, besaran utang luar negeri pada 2019 tumbuh enam persen. Bahkan, jika merujuk pada data 2009 atau ketika utang luar negeri di level 179,4 juta dolar AS, terjadi kenaikan hingga 124 persen.

Utang luar negeri Indonesia didominasi dengan jangka panjang. Dominasi ini juga dialami di banyak negara berpendapatan rendah dan menengah lain.

"Kebanyakan negara berpenghasilan rendah menengah, sebagian besar utang luar negeri berjangka panjang dan mayoritas dimiliki oleh pemerintah, sisanya oleh entitas publik," tulis laporan IDS, seperti dikutip Republika, baru-baru ini.

Sementara itu, jika dilihat dari jenis kreditur, sebagian besar utang luar negeri Indonesia pada tahun lalu berasal dari penerbitan surat utang. Besarannya mencapai 173,2 juta dolar AS, tumbuh lebih dari 500 persen dibandingkan 2009, 25,8 juta dolar AS.

Dominasi tersebut mengalami pergeseran jika dibandingkan pada 2009. Saat itu, struktur utang luar negeri Indonesia masih mayoritas berasal dari pinjaman. Secara keseluruhan, Bank Dunia mencatat, rasio utang terhadap Pendapatan Nasional Bruto (Gross National Income/GNI) mencapai 37 persen. Angka ini tumbuh sedikit dibandingkan satu dekade sebelumnya, 34 persen. Pertumbuhan signifikan justru terjadi pada rasio utang terhadap ekspor yang pada tahun lalu mencapai 194 persen. Pada 2009, rasionya hanya 141 persen.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0